MES Gelar Munas Ketiga

Big Banner
www.ekonomisyariah.org

www.ekonomisyariah.org

PerbankanMasyarakat Ekonomi Syariah (MES) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada 21-22 November 2014 di Golden Ballroom Sultan Hotel, Jakarta. Munas MES merupakan agenda rutin tiga tahun sekali yang bertujuan untuk melakukan regenerasi kepengurusan Pengurus Pusat MES serta sarana untuk menguatkan tali silaturahim antarsesama pengurus MES.

Dalam Munas MES ke-3 ini, akan didahului dengan seminar “Indonesian Islamic Economic Forum & Sharia Economic Outlook 2015” pada 21 November 2014. Seminar yang bertema “Membangung Skim Penjaminan Keuangan Syariah Terintegrasi di Indonesia” ini akan dituanrumahi oleh Lembaga Penjaminan Simpanan.

Indonesia Islamic Economic Forum akan menghadirkan Ketua Komisioner LPS C Heru Budiargo sebagai pembicara kunci dan Kepala Eksekutif IKNB OJK/ Anggota Dewan Penasehat PP MES, Firdaus Djaelani. Sedangkan, para panelisnya seperti Kepala Eksekutif LPS, Kartika Wirjoatmodjo, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo), Diding S. Anwar, Deputi Pembiayaan Menegkop & UKM, Choirul Djamhari, dan salah satu direktur Bank Syariah.

Setelah Indonesia Islamic Economic Forum, akan digelar Seminar Akhir Tahun “Sharia Econmic Outlook 2015” yang dituanrumahi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam seminar ini akan menghadirkan pembicara Ketua MES, Prof. Frmanzah, Direktur BEI, Friderica Widyasari Dewi, Dirjen Pemasaran Kemenparekraf, Esthy Resthi Astuty, dan salah satu Direktur Asuransi Syariah. Pemilihan ketua baru dan pembentukan pengurus rencananya akan dilakukan pada Sabtu (22/11/2014) di tempat yang sama.

“Selain untuk menyusun kepengurusan yang baru, juga untuk mempertajam peta jalan (roadmap) ekonomi syariah Indonesia untuk 10 tahun depan, dan menjadikan indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” kata Muhamad Syakir Sula selaku Sekjen MES kepada wartawan di Jakarta.

MES juga mendukung Bank Indonesia (BI) yang telah mencanangkan perbankan syariah Indonesia menjadi tiga besar perbankan syariah dunia, dan kini pertumbuhan asset perbankan syariah Indonesia sangat pesat dan telah mencapai Rp.130 triliun. “Kami mendukung program tersebut, dengan melakukan sosialisasi kepada industri keuangan syariah, dunia usaha dan masyarakat untuk mempercepat pertumbuhan syariah Indonesia,” tutup Syakir.

h3>Artikel Terkait

propertynbank.com