Merugikan Properti, REI Minta Pemerintah Naikkan BBM Bertahap

Big Banner

Penurunan harga minyak mentah dunia tidak berdampak baik bagi Indonesia. Pasalnya meski mengalami penurunan harga, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap terjadi pada Selasa (18/11). Hal ini membuat pihak Real Estat Indonesia (REI) meminta pemerintah kembali menghitung ulang perihal besar kenaikan BBM bersubsidi.

“Kalaupun harga BBM dinaikkan, saya pikir tidak perlu naik banyak, tidak perlu begitu lagi. Karena harga minyak dunia sekarang turun,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP REI Tomi Wistan, seperti informasi yang diterima Rumahku.com. 

Kenaikan harga BBM secara drastis, dinilai Tomi akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia mengingat kondisi ekonomi yang juga sedang melambat. Dirinya menambahkan, kenaikan juga berdampak besar pada sektor properti.

Biaya konstruksi meningkat seiring upah pekerja dan harga jual bahan bangunan. Menurutnya, kenaikan BBM bersubsidi berperan pada kenaikan harga rumah yang bisa mencapai 10 persen. 

“Jika pemerintah menaikkan harga BBM antara Rp2.000 hingga Rp3000 per liter, maka perkiraan saya, harga rumah dapat naik dari 5-10 persen,” ungkapnya.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me