Kenaikan BBM Turunkan Pasar Saham Properti

Big Banner

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (18/11) lalu ternyata berdampak besar bagi pergerakan saham properti nasional. Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Semarang Stephanus Cahyanto Kristiadi menuturkan, kenaikan tersebut juga berimbas pada ongkos produksi industri. 

Tak hanya itu, pasar saham manufaktur, dan perbankan juga mengalami pergolakan serupa. Cahyanto menambahkan, pada beberapa bulan ke depan juga akan terjadi penurunan laba pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. 

“Penurunan ini terjadi karena masyarakat masih menunggu kondisi benar-benar pasti salah satunya terkait dengan harga jual,” katanya.

Penurunan daya beli masyarakat juga akan mulai terjadi, terutama pada masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Meski begitu, daya beli akan kembali normal karena masyarakat akan mulai menyesuaikan kondisi seperti pada kenaikan BBM di tahun-tahun sebelumnya. 

“Selanjutnya, daya beli masyarakat akan kembali meningkat seperti sediakala, kondisi ini biasa terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi akan kembali seperti semula sekitar 3 hingga 4 bulan lagi, selanjutnya pasar saham juga akan normal kembali,” jelasnya seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

Sementara itu, hasil riset PT Samuel Sekuritas menggambarkan keadaan serupa. Riset tersebut memaparkan bahwa sektor properti industrial estate dinilai masih dalam keadaaan stabil dan meningkat, yang berkebalikan dengan properti industrial estate yang dinilai underweight. Properti real estate mengalami penurunan permintaan akibat penurunan daya beli akibat inflasi dan kenaikan suku bunga. 

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me