Arsitektur Modern-Tradisional Perlu Diberi Tempat

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Indonesia memiliki beragam arsitektur tradisional yang cukup bagus dan dapat diangkat ke permukaan. Tapi seiring dengan modernisasi terjadi pergeseran nilai yang menyingkirkan  budaya lokal, tradisi, termasuk arsitektur tradisional dari arus utama pembangunan. Perkembangan arsitektur kota menunjukkan kecenderungan ini. Rumah yang dibangun hanya replikasi fisik tanpa memperhatikan kearifan tradisional.

Bali View

Bali View

“Arsitektur tradisional nusantara memiliki penjajar (juxtaposition) dalam bentuk, bahan bangunan, posisi, dan space. Kita abai dengan local wisdom yang kita miliki, padahal dengan mengangkat arsitektur lokal wajah kota bisa punya jati diri,” ujar Anita Firmanti, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Litbang Puskim) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) pada pembukaan seminar nasional Rumah Tradisional di Mararam, NTB, Rabu (19/11).

Menurut Anita, bangunan kontemporer seharusnya bisa dirancang dengan memadukan unsur modern dan tradisional (modern traditionalism). Bangunannya tetap modern tetapi ada ciri khas keindonesiaan.  Misalnya unsur-unsur artistiknya sebagian mengambil  dari kekayaan budaya nasional dipadukan dengan pemakaian teknologi terbaru.

Anita menegaskan,  Kementerian PU-Pera akan mendorong inovasi baru di bidang arsitektur khususnya yang memberi tempat pada budaya lokal dan tradisi. Litbang Puskim sejauh ini sudah menghasilkan rancangan arsitektur dengan mengangkat nilai-nilai kearifan dan kejeniusan arsitektur tradisional. Untuk itu pada tahun depan Litbang Puskim akan berusaha mengangkat  isu arsitektur modern traditionalism ke ranah lebih luas, yakni  forum seminar internasional.

Editor: H. Prasojo

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me