Gerakan Toilet Higienis 2014 dari Domestos

Big Banner

iDEAonline.co.id  Di Jakarta, ada lebih dari 90 persen sekolah yang memiliki toilet yang tidak layak. Ketidaklayakan itu terlihat dari air bersih yang tidak memadai dan jamban yang kotor serta bau. Toilet di sekolah-sekolah masih ada yang jumlah toiletnya tidak sebanding dengan jumlah anak, tidak tersedianya tempat cuci tangan yang layak, tidak tersedianya tempat sampah tertutup yang cukup, toilet dengan ventilasi yang kurang pencahayaan,  Lantai dan dinding toilet yang sulit dibersihkan, serta kemiringan lantai yang tidak sesuai sehingga menyebabkan genangan air.

Naning Adiwoso sebagai Ketua Umum Asosiasi Toilet Indonesia menuturkan, ”Kondisi umum toilet sekolah di Indonesia – bahkan yang berada di perkotaan sekalipun – banyak yang masih tergolong jauh dari ideal. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan pihak sekolah mengenai pentingnya mendesain, membangun, hingga memelihara toilet sehingga terjamin higienitasnya. ”

Sementara itu, desain toilet yang ideal memiliki beberapa kriteria. Diantaranya, Jumlah toilet cukup, dipisah antara laki-laki & perempuan, dibersihkan setelah 3 orang pakai, bersih, aman, kering, dan higienis. Desain toliet sekolah juga perlu disesuaikan dengan usia sekolah. Untuk taman kanak-kanak usia 4-7 tahun, desain toiletnya, yaitu bersih, warna cerah, terang & cukup ventilasi, tinggi wastafel & kaca disesuaikan, tidak perlu pembatas dengan pintu terkunci. Untuk Sekolah Dasar usia 8-11 tahun, di dalam toiletnya ada gambar yang menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan & kesehatan, ada pembatas antar toilet yang tertutup, dan pemisahan gender. Untuk SMP dan SMA usia 12-18 tahun, toilet harus terjaga privasinya dan ada tempat pembuangan pembalut.

Toilet yang tidak layak dapat menyebabkan penyakit dan prestasi anak menurun. Untuk menekan jumlah toilet sekolah yang tidak layak, Domestos—merek pembersih toilet dan porselen produksi PT Unilever Indonesia Tbk. kembali menggelar program ”Gerakan Toilet Higienis”. Gerakan ini merupakan yang ke empat kalinya diadakan, pertama kali pada tahun 2011. Melalui gerakan ini, Domestos memilih 25 sekolah yang akan diperbaiki higienitas toiletnya.

Selain membersihkan dan mengedukasi 25 sekolah terpilih, Domestos juga mendistribusikan paket produk ke 1900 sekolah yang telah terlibat dalam pelaksanaan “Gerakan Toilet Higienis” di tahun-tahun sebelumnya sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga higienitas sebanyak mungkin toilet sekolah di seluruh pelosok Indonesia. Menurut Imee Putri, Brand Building Domestos, “Gerakan Toilet Higienis” diharapkan ada lebih banyak pihak yang dapat teredukasi dengan baik sehingga akan semakin banyak pula masyarakat yang peduli terhadap kebersihan fasilitas sanitasi sekolah. Dengan demikian, anak-anak dapat terhindar dari ancaman penyakit akibat kuman yang bersumber dari toilet sekolah.

Foto: Shinta Lestari

ideaonline.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me