BTN Fokus di Bisnis Pembiayaan Perumahan

Big Banner

Jakarta – Langkah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggandeng PT Bank Tabungan Negara Tbk diharapkan mampu memperjelas mekanisme pengurusan adiminastrasi tanah.

Direktur Utama BTN Maryono dalam publikasinya di Jakarta, akhir pekan lalu, mengatakan, kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN untuk mempermudah keluarnya izin sertifikasi tanah bagi nasabah pemilik KPR BTN. Dia berharap, sekaligus juga bisa memangkas waktu penyelesaian dokumen pokok kredit berupa sertifikat tanah yang menjadi jaminan hukum bagi masyarakat sebagai debitur.

“Kerja sama ini merupakan jawaban atas permasalahan penyelesaian dokumen yang selama ini menjadi kendala dalam bisnis perumahan,” kata dia.

Dalam publikasinya, Maryono mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) dengan Kemeterian Agraria dan Tata Ruang/BPN dilakukan di Jakarta, Jumat (21/11).

Maryono optimistis kerja sama ini akan berdampak positif bagi bisnis pembiayaan perumahan ke depan. Selanjutnya, masyarakat mendapat jaminan rasa aman dalam memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) BTN.

Maryono mengatakan, pihaknya akan tetap fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Potensi perumahan masih sangat besar dan BTN sebagai bank fokus dapat memiliki portfolio pembiayaan perumahan hingga 85 persen.

Di sisi lain, bank umum terkendala regulasi karena portofolio mereka maksimal hanya 20 persen di KPR. Sedangkan BTN adalah bank khusus, jadi tidak dibatasi. Karena potensi bisnis dan perannya yang sangat besar, Bank BTN akan menjadi besar sebagai Mortgage Bank di Indonesia.

Hingga kuartal III 2014 komposisi kredit BTN tetap didominasi pada pembiayaan KPR (housing loan) sebesar 88,61 persen atau sekitar Rp 97,944 triliun. Lalu, sisanya 11,39 persen atau setara dengan Rp 12,593 triliun disalurkan pada non housing loan. Hingga kuartal III 2014, kredit KPR BTN telah dinikmati oleh lebih dari 2.500.000 orang di Indonesia.

Sedangkan khusus untuk skim FLPP yang dimulai sejak Oktober 2010, BTN masih mendominasi dalam memberikan dukungan pembiayaan. Secara kumulatif, sampai September 2014 BTN telah memberikan KPR kepada lebih dari 3,5 juta orang di seluruh Indonesia. Jika masing-masing rumah dihuni rata-rata lima orang, maka KPR Bank BTN telah dinikmati oleh 15 juta lebih orang di Indonesia.

Sebagai bank yang fokus kepada pembiayaan perumahan/KPR bank BTN memiliki komponen sumber dana lain yang cukup kuat dan bervariatif di luar dana pihak ketiga. Sumber pendanaan tersebut di antaranya adalah obligasi, pinjaman berjangka waktu panjang dan sumber-sumber dana lainnya. Selain itu, secondary reserve BTN yang per 30 Juni 2014 mencapai lebih dari Rp 8 triliun, juga menjadi indikator kondisi likuiditas Bank BTN sangat aman.

Bank BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar total KPR sebesar 24 persen. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran Bank BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar lebih dari 95 persen dari total penyaluran FLPP tahun 2011, 2012, dan 2013.

Penulis: IMM/EDO/FER

Sumber: Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me