Rumah Mandiri Bagi Lansia

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Populasi orang lanjut usia (lansia di atas 60 tahun) diprediksi terus meningkat di tahuntahun mendatang, karena membaiknya kesejahteraan dan tingkat kesehatan manusia. Karena itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyosialisasikan pentingnya mewujudkan Kota Ramah Lansia. Salah satu dari delapan standar hidup kota yang harus dipenuhi, adalah perumahan yang menyenangkan. Yakni, desain rumah menarik dan disesuaikan dengan kebutuhan aksesibilitas lansia.

rumah mandiri bagi lansia inspirasi interior

Di kota-kota besar kebanyakan lansia harus hidup mandiri di rumah, karena tidak sepanjang hari bisa ditemani anaknya yang aktif bekerja. Profil mereka tidak seluruhnya lemah, banyak yang masih potensial dan aktif. Namun, keterbatasan fisik dan perubahan perilaku secara psikologis selalu terjadi pada lansia.

“Sekarang banyak orang tua yang menjadi beban bagi anak cucunya. Secara psikologis belum siap di rumah jompo, tapi anaknya nggak mau direpotin. Itu yang membuat orang-orang tua harus hidup mandiri. Untuk itu rumah harus memberikan kemudahan bagi mereka,” kata Naning Adiwoso, pendiri Green Building Council Indonesia (GBCI). Yaitu, kemudahan akses sirkulasi, kelapangan ruang, dan keamanan di dalam rumah. Berikut panduannya.

Mudah Dirawat

Perancangan rumah sebaiknya sejak awal dipersiapkan untuk kenyamanan saat memasuki masa tua. Rumah dua lantai misalnya tidak cocok bagi lansia, karena mereka mudah lelah naik tangga. “Mereka mungkin bisa menginjak lantai atas rumahnya setahun sekali karena sudah nggak kuat naik tangga,” kata Naning. Untuk lansia lantai rumah harus rata tanpa undakan. Jika tetap harus bertingkat, untuk lantai yang lebih tinggi dapat digunakan ramp sebagai pengganti tangga. Ramp juga memudahkan pengguna kursi roda melewatinya.

Ramp sebagai pengganti undakan/tangga

Ramp sebagai pengganti undakan/tangga

Kusen alumunium mudah dirawat

Kusen alumunium mudah dirawat

Desain rumah secara keseluruhan juga harus mudah dirawat agar lansia tidak direpotkan dengan rutinitas perbaikan. Misalnya, talang air yang rentan bocor bisa dipertimbangkan untuk ditiadakan. Air dari atap bisa direncanakan langsung turun ke bawah dan meresap ke tanah. Material bangunan juga sebaiknya yang tanpa perawatan (free maintenance). Misalnya, kusen dari bahan alumunium yang lebih awet dan tidak perlu dipoles secara berkala.

Pages: 1 2 3 4

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me