Rumah Tradisional Perlu Mendapat Insentif  

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Rumah tradisional sebagai identitas budaya harus dipertahankan dan mendapat perhatian, khususnya di zona-zona pariwisata. Untuk itu pemerintah daerah sebaiknya memberikan insentif, misalnya dengan keringangan pajak. Pasalnya, untuk mempertahankan dan memugar rumah tradisional tidak murah dan tidak mudah.

“Apalagi sekarang berkembang bentuk rumah modern minimalis hasil mengadopsi dari negara lain. Masyarakat membutuhkan semangat dan dukungan untuk mempertahankan rumah yang memiliki ciri khas nusantara khususnya di daerah obyek wisata,” ujar Anita Firmanti, Kepala Pusat Permukiman Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dalam seminar Rumah Tradisional di Mataram, NTB, Kamis (20/11).

Rumah Toraja

Rumah Toraja

Di negara lain, pemerintahnya memberikan insentif dan kompensasi kepada masyarakat yang bisa mempertahankan rumah tradisionalnya. Di Venesia, Italia, bangunan rumah yang berusia ratusan tahun di sepanjang Sunga Venesia tetap dipertahankan kendati bagian dalamnya bisa berfungsi macam-macam sebagai restoran atau toko.

Di Jepang, rumah-rumah hemat energi didaftar oleh pemerintah  kemudian diberikan pengurangan pajak. “Hal-hal seperti ini dapat menyemangati masyarakat dalam pelestarian rumah tradisional dan berperilaku green. Bisa juga rumah atau bangunannya disewa negara, jadi ada kesempatan masyarakat untuk menambah pendapatan,” imbuhnya.

Tapi yang terjadi di lapangan sebaliknya. Di Ternate, masyarakat yang mempertahankan rumah tradisional dan mendapat kunjungan wisatawan,  uangnya masuk ke pemerintah bukan ke pemilik rumah. “Jadi harus dipikirkan bagaimana mendata rumah-rumah tradisional  dan rumah hemat energi, diberi kompensasi, sehingga masyarakat merasa didukung,” imbuhnya.

Editor: H. Prasojo

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me