Kredit Macet Rumah Sederhana Paling Tinggi

Big Banner
BATAMTODAY.COM, Jakarta – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Menurut Halim Alamsyah, mengatakan, di sektor rumah tangga, alokasi dana yang dikeluarkan untuk sektor properti merupakan yang terbesar. Alokasi kredit pemilikan rumah (KPR) yang dikeluarkan sektor rumah tangga hingga akhir 2014 ini diperkirakan mencapai 45,1 persen.

“Kendati demikian, angka non-performing loan (NPL) alias kredit macet di segmen rumah tangga tergolong tinggi dibanding jenis kredit lain, yakni berada di kisaran angka 2,5 persen,” jelas Halim di sela Rakernas DPP Real Estat Indonesia (REI), belum lama ini.

Secara keseluruhan, imbuhnya, rasio NPL KPR per September 2014 mencapai 2,43 persen. Angka ini sedikit mengalami penurunan dibanding rasio NPL KPR per Agustus 2014 sebesar 2,49 persen. Akan tetapi dibandingkan NPL KPR di September 2013 yang hanya 2,36 persen, angka tersebut lebih tinggi.

Segmen masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rasio NPL tertinggi. Data Bank Indonesia hingga akhir September 2014 lalu memperlihatkan rasio NPL KPR hunian kecil tipe 21 – 70 mencapai 2,85 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding NPL KPR hunian tipe 70 ke atas dan NPL KPA yang masing-masing berada di angka 1,89 persen dan 1,10 persen.

Fasilitas KPR memang masih banyak dipakai untuk membeli rumah. Hasil survei harga properti residensial yang dilakukan Bank Indonesia selama kuartal III-2014 mengindikasikan bahwa sebanyak 76,07 persen konsumen masih memilih KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial, terutama pada rumah tipe kecil. (*)

Sumber: rumah.com

(Redaksi)

propertinews.com