BI Rate Naik, Properti Terancam Terpuruk

Big Banner

Demi mencegah inflasi setelah kenaikan harga BBM, Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate dari 7,5 persen menjadi 7,75 persen. Kenaikan BI Rate berlaku sejak Rabu (19/11) lalu dan diperkirakan kenaikan tersebut akan berdampak negatif bagi properti tanah air.

“Kenaikan BBM disusul dengan naiknya BI Rate menjadi 7,75 persen membuat pasar properti semakin terpuruk,” ujar Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

Ali menambahkan bahwa di tengah perlampatan properti saat ini, efek dari naiknya harga BBM dan BI Rate dapat mengakibatkan penurunan daya beli minimal 30 persen, sehingga pengembang harap berhati-hati dalam menaikkan harga jual propertinya. 

Kemungkinan efek dari kenaikan BI Rate tersebut baru akan dirasakan mulai tahun depan. Namun, diharapkan dengan masuknya arus dana asing ke Indonesia terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 akan dapat memberikan pertumbuhan baik di sektor industrial.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me