Jepang Akan Bangun Kota Dalam Laut

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Teknologi membuat segalanya serba mungkin. Shimizu Corporation baru-baru ini mengeluarkan sebuah kejutan, yaitu akan membangun kota di dasar laut. Kota yang disebut Ocean Spiral itu akan menjadi sebuah pusat riset tentang energi dari dasar lautan.

Ocean-Spiral2

Dari cetak biru yang dikeluarkan perusahaan kontraktor asal Jepang itu terungkap bahwa bentuk kota tersebut seperti spiral yang tertancap ke dasar samudera sedalam 16 km dan menyangga sebuah bola besar berdiameter 457 meter. Bola ini akan menjadi pusat permukiman, yang tidak saja berisi apartemen, juga hotel dan area komersial yang sanggup menampung sekitar 5.000 jiwa. “Ini memang baru sebuah cetak biru dari perusahaan kami, tapi tujuan kami adalah menciptakan teknologi yang dapat membangun sebuah tempat tinggal di dasar laut,” kata juru bicara Shimizu kepada Wall Street Journal.

Salah satu hal yang harus diperhatikan dan dapat dimanfaatkan, imbuh jubir tadi, adalah adanya perbedaan suhu air di setiap kedalaman yang mempengaruhi struktur, tapi bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi. Meski teknologi yang dibutuhkan untuk membangun masih dinilai prematur, tapi Shimizu mengaku pembangunannya sangat didukung oleh pemerintah. Diperkirakan proyek utopia ini memakan biaya 26 miliar dolar AS  atau lebih dari Rp315 triliun, dengan masa pengerjaan lima tahun.

Interior Ocean Spiral

Interior Ocean Spiral

Ocean Sprial ini diharapkan bisa menjadi jawaban bagi banyak pemerintah kota serta organisasi-organisasi multinasional dan internasional yang  berpikir keras bagaimana mengatasi dampak kenaikan muka air laut dan perubahan iklim global terutama pada hal-hal yang rentan.

Ide soal membangun kota di dasar laut sendiri bukan baru. Seperti diungkap oleh Christian Dimmer, assistant professor of urban studies di Tokyo University,  di sekitar era 1980-an Shimizu pernah memunculkan ide serupa. Kala itu bentuknya menara setinggi  satu kilometer yang sebagian tertanam di dasar laut dan selebihnya “berenang” di dalam air. Jika saat ini kota dalam air itu sebagai pusat riset, waktu itu memang sekadar “ide liar” untuk membentuk area permukiman. Maklum saat itu Jepang sedang mengalami property booming.

Ocean-Spiral1

Sebelum memunculkan ide ini, Shimizu juga pernah mengeluarkan ide aneh lain yaitu, membuat cincin panas matahari di sekeliling bulan. Tak hanya Shimizu, perusahaan konstruksi lain, Obayasi Corp, juga pernah mencetuskan ide gilanya. Yaitu membangun elevator ke luar angkasa setinggi 96.560 km dan dijadwalkan selesai tahun 2050.

Ide-ide liar itu sah-sah saja muncul, tapi Dimmer berharap kita tidak boleh melupakan masa depan kota yang lebih demokratis, yaitu penduduknya lebih berperan aktif dalam berkreasi dibandingkan sekadar sebagai “penumpang” ide utopia sebuah perusahaan.

Editor: H. Prasojo

housing.estate.com