Apartemen Indigo Bekasi Diubah Jadi Hotel  

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Prioritas Land Indonesia (PLI), pengembang apartemen Indigo, Bekasi, Jawa Barat, mengubah konsep proyeknya. Sedianya empat tower yang hendak dibangun di area seluas 1,3 ha seluruhnya apartemen. Tapi setelah melihat potensi kawasan satu dari empat tower itu diubah peruntukannya menjadi hotel. Hotel tersebut rencananya akan menggunaka brand Ibis untuk segmen ekonomis dan Mercure untuk segmen menengah. Kedua brand hotel ini  masing-masing akan menempati 12 lantai dalam satu tower.

Indigo @Bekasi

Indigo @Bekasi

“Pertumbuhan Bekasi terus meningkat dan permintaan terhadap ruang hotel juga sangat tinggi. Ini yang membuat kami memutuskan untuk menjadikan satu tower Indigo sebagai hotel,” ujar Marcellus Chandra, President Director PLI, saat  menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding-MOU) dengan jaringan Accor (pemilik brand Ibis dan Mercure) di Jakarta, pekan lalu.

Apartemen Jl Siliwangi, Bekasi Timur, ini dibangun setinggi 33 lantai sebanyak 300 unit per tower. Masih terkait sektor perhotelan, konsultan properti Coldwell Banker Indonesia pernah merilis data yang menyebutkan bahwa Bekasi merupakan wilayah dengan tingkat okupansi hotel tertinggi di Jabodetabek. Tingkat isiannya mencapai 85 persen. Pasar perhotelan di Bekasi didorong oleh ribuan perusahaan yang beroperasi terutama di kawasan-kawasan industri.  Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri atas perusahaan nasional, asing, dan multinasional. Karena itu di Bekasi cukup banyak pekerja asing (ekspatriat).

Di sisi lain, terang Marcellus, jumlah kamar hotel di Bekasi sedikit, hanya 800 kamar. Ada ketidakseimbangan  antara pasok dengan kebutuhan. “Ini belum menghitung turis asing dan lokal, termasuk  banyaknya perjalanan bisnis ke Bekasi. Ini yang membuat kamar hotel jadi rebutan khususnya di akhir pekan,” tandasnya.

Editor: H. Prasojo

housing.estate.com