BBM Naik, Harga Rumah di Depok Melonjak 15%

Big Banner
DEPOK – Pasca-kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp2.000 per liter, harga rumah juga segera melambung. Pengembang di Depok sudah mengambil ancang – ancang berhitung besaran kenaikan harga rumah.

Dirut PT Bangun Karya Digdaya, Nasihun Syahroni, mengatakan dampak dari kenaikan BBM ini juga berimbas naiknya harga rumah mencapai 10-15 persen. “Rentetannya panjang, mulai dari bahan bangunan, transportasi yang mengalami kenaikan,” ujarnya di Depok, Kamis (20/11/2014).

Menurutnya, saat ini daya beli masyarakat masih rendah. Meski begitu, dia bisa memahami langkah kenaikan BBM yang diambil pemerintah. “Karena, akan ada pemerataan ekonomi. Meski begitu, harapannya di semester pertama agar ekonomi bisa tenang dan optimis daya beli masyarakat akan naik,” harapnya.

Berbeda, Direktur PT Rolas Sapta Mandiri, Abdul Khaer, enggan menaikkan harga rumah terlebih dahulu. Dia lebih memilih untuk memainkan diskon dan bonus.

“Kalau secara umum wajar ada dampaknya dan berpengaruh pada kenaikan harga rumah. Untuk beberapa developer tidak langsung menaikkan. Tapi, untuk developer besar melakukan program pengurangan diskon. Misalnya untuk pembelian rumah biasanya dapat diskon Rp 20 juta, kini jadi Rp 15 juta,” paparnya.

Khaer menilai, proyek perumahan adalah tahunan atau proyeksi tiga tahun mendatang. Artinya, harga sudah dihitung tiga tahun ke depan dan kenaikan kurs dolar. Baginya, kenaikan BBM Rp 2000 tidak terlalu signifikan.

“Kita memang kena pengaruhnya. Tapi, perumahan adalah proyek tahunan. Tentu, masalah harga seting awal proyeksi tahunan. Sebab, secara logika kita juga tak bisa serta merta menaikkan harga rumah seperti harga BBM. Apalagi, pembeli kan juga melihat perbandingan harga,” tandasnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me