Sektor Properti Tiongkok Diuntungkan Oleh Pemangkasan Suku Bunga PBOC

Big Banner

Pemangkasan suku bunga acuan oleh PBOC memang telah diatur agar dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pasar properti Tiongkok yang sedang lesu belakangan ini. Selain pemnangkasan suku bunga yang diumumkan Jumat lalu, sebelunya PBOC juga telah mengeluarkan pelonggaran aturan hipotek per 30 September untuk memicu permintaan di sektor properti.

Praktis sejak tanggal 22 November 2014, seluruh bank komersial yang beroperasi di Tiongkok harus menyesuaikan suku bunga deposito dan pinjaman mereka sesuai dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh PBOC. Bank sentral Tiongkok telah menurunkan suku bunga pinjaman sebesar 40 basis poin menjadi 5,6 persen dan suku bunga deposito satu tahun sebesar 25 basis poin menjadi 2,75 persen. Penurunan suku bunga tersebut dilakukan untuk pertama kalinya sejak Juli 2012 lalu.

Kelompok penerima manfaat terbesar salah satunya adalah para peminjam hipotek, karena suku bunga KPR akan berkurang di samping suku bunga pinjaman acuan, sehingga diprediksi dapat membantu mendukung permintaan.

Pemangkasan suku bunga untuk pertama kalinya ini dinilai akan memberikan dampak psikologis yang kuat terhadap para peminjam hipotek. Ekonom menjelaskan bahwa sebagai akibat dari pemangkasan suku bunga tersebut, para peminjam hipotek dapat menghemat hingga sekitar 234 yuan setiap bulannya.

Pasar properti di Tiongkok memang tengah mengalami kemerosotan yang cukup parah pada tahun 2014 ini. Kemerosotan ini disebabkan oleh kepercayaan diri para investor yang melemah, tingkat penjualan lesu, penurunan harga besar-besaran, sedangkan persediaan tinggi dan selalu meningkat.

Pada tanggal 30 September lalu, PBOC juga telah mengumumkan langkah-langkah untuk melonggarkan aturan pinjaman hipotek. Aturan pelonggaran ini juga cukup memberikan keuntungan kepada para pembeli rumah. Berdasarkan data yang dirilis oleh perusahaan konsultan properti E-House China menunjukkan bahwa tingkat penjualan rumah di kota-kota besar Tiongkok naik terutama pada bulan Oktober dari bulan sebelumnya.

Banyak ekonom menilai bahwa pasar properti di Tiongkok dapat mengalami rebound perlahan sebagai dampak lanjutan dari penurunan suku bunga KPR sekarang ini. Selain itu, penurunan suku bunga akan membantu menurunkan risiko koreksi pasar perumahan yang dramatis.

Untuk diketahui, persediaan rumah di 35 kota di Tiongkok telah mencapai puncak tertingginya dalam 5 tahun terakhir yaitu sebanyak 280.130.000 meter persegi hingga akhir September lalu, dimana kenaikan mencapai 23,8 persen di tingkat tahunan.

Sentimen pasar dan harapan para pembeli rumah juga telah mengalami peningkatan sebagai respons positif atas berbagai kebijakan moneter yang telah diaplikasikan. Hingga saat ini tingkat penjualan rumah dan harga rumah masih cenderung stabil karena tingkat suku bunga acuan KPR yang lebih rendah dan aturan pelonggaran hipotek per 30 September.

 

 

Stephanie Rebecca/Equity Analyst at Vibiz Research Center/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image : wikimedia

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me