Perlambatan Properti Masih Akan Berlanjut Tahun Depan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Setiap bisnis memiliki siklus perputarannya, kadang di atas dan sebaliknya di bawah. Tahun ini disebut sebagai tahun perlambatan untuk sektor properti karena beberapa tahun lalu siklusnya tengah di atas. Selain siklus saat ini tengah di bawah, kondisi perlambatan sektor properti tahun ini karena situasi ekonomi juga ditambah situasi politik.

Rumah di Bukit Dago

Ilustrasi

Menurut Sebastian Tobing, Associate Director Head of Research and Institutional Business PT Trimmegah Securities Tbk, tahun 2015 dipastikan masih terjadi perlambatan di sektor properti kendati tidak selemah tahun 2014. “Dari sisi pertumbuhan ekonomi, tahun depan tidak akan terlalu jauh dengan tahun ini sekitar 5,1 persen, walaupun bisa berbeda-beda di setiap daerah. Pendorong terbesar perekonomian juga masih dari sektor konsumtif,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (27/11).

Sebastian menyebut marketing sales industri properti tahun ini menurun hingga 30-40 persen bila dibandingkan tahun lalu, bahkan sektor industrial lebih besar lagi penurunannya. Secara total, ia menyebut penurunan properti di tahun ini mencapai 16-17 persen dan memperkirakan tahun depan penurunannya sekitar 14 persen.

Namun kendati secara makro ekonomi terjadi pelemahan, Sebastian menjamin selera bank untuk mengucurkan kredit tetap besar khususnya untuk pembiayaan di sektor properti. “BBM sudah naik, artinya pemerintah punya duit untuk bangun infrastruktur. Ahok  (Gubernur DKI Jakarta) juga akan inject Rp8 triliun  untuk PT Jakarta Propertindo untuk pembebasan lahan, jadi tahun depan tetap ada challenges dan kita tetap bisa optimistis,” tandasnya.

Editor: Joko

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me