PASAR PROPERTI: Hunian di Bogor Kian Menarik

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA–Walau tidak ditopang sektor industri, pengembangan hunian di kawasan Bogor diprediksi akan semakin menarik seiring keterbatasan lahan yang ada.

Selain itu, ungkap Residential Services Coldwell Banker Commercial Fransiska Hendri, sisi selatan Jakarta ini juga terbilang mempunyai harga yang lebih terjangkau bila dibandingkan kawasan lainnya seperti di Bekasi dan Tangerang.

“Walaupun tidak ditopang industri seperti yang lainnya, tetap ada pengaruh positif juga. Air dan udara di Bogor masih bagus, dan jauh dari polusi. Selain itu, Bogor juga dikenal dengan view yang ditawarkan dan banyak tempat wisata juga,” katanya dalam pertemuan bersama Win Properties, Selasa (25/11/2014).

Keterlambatan pengembangan yang terjadi selama ini, sambung dia, dipengaruhi keterbatasan infrastruktur dan tingkat kemacetan yang tinggi. Walaupun begitu, dia meyakini hal tersebut dapat segera teratasi.

Dia menjabarkan rata-rata harga tanah untuk residensial berkisar Rp4 juta-Rp5 juta/m2.

Sementara harga lahan komersial berada pada kisaran Rp12 juta/m2, dan di area tertentu sudah mencapai Rp20 juta/m2.

Walaupun begitu, menurutnya, harga tersebut masih terbilang lebih rendah dibanding area pinggiran Jakarta lainnya.

“Belum over price, dan pertumbuhannya terbilang sehat. Secara rata-rata pertumbuhannya sekitar 15% sampai 20% per tahun. Pembeli hunian di Bogor umumnya memperhatikan kebutuhan yang sifatnya natural atau dekat dengan alam,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat yang tinggal di Bogor atau mencapai lebih dari 50%-nya merupakan masyarakat kelas menengah.

Adapun kelas atas dan kelas bawah berada pada persentase yang cukup imbang.

“Belakangan ini pengembang makin banyak yang bangun di Bogor. Permintaan untuk hunian tapak juga masih cukup banyak. Bogor tetap menjadi bagian dari lima besar kawasan pilihan untuk tempat tinggal,” tambahnya.

Editor : Saeno

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me