Mimpi Sang Hipnoterapis Mendirikan Investor Club Properti

Big Banner

Keuntungan bisa mencapai 50 persen dari modal yang disetor selama pengembangan proyek

 

 

Tak banyak developer di negeri ini yang berangkat dari profesi yang nun jauh kaitannya dengana dunia properti. Jika bukan karena bisnis warisan dari keluarga, pengembang kebanyakan berasal dari profesi arsitek atau sipil, marketer properti atau perbankan, atau setidaknya mereka yang memiliki landbank dan tinggal dikembangkan saja. Mungkin hanya perempuan ini saja yang datang dari profesi hipnoterapis. Ya, dia adalah Nathalia Sunaidi, pengembang dengan bendera Rotterdam Properti dana Samara Dana Properti.

 

Sebagai pengembang, sejumlah proyek sudah ditelorkannya. Terakhir ia sedang giat memasarkan apartemen dan kondotel Benoa Bay Sand. Ini adalah proyek di Bali, yang dibangun di atas lahan seluas 2,1 hektar di Jl. Telaga Waja, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali. Apartemen ini terdiri dari dua tower dengan total 551 unit apartemen dan 223 unit kondotel.

 

Meski masih aktif sebagai hipnoterapis dan sibuk mengembangkan proyek-proyek yang dia miliki, Nathalia masih memiliki impian. Awal tahun depan, Nathalia akan meluncurkan Investor Club, sebuah lembaga yang mengajak siapa pun untuk share di pengembangan proyek properti. Melalui club ini ia mengajak orang berbisnis property dan belajar jadi developer secara berjamaah.

 

“Proyeksinya, keuntungan bisa mencapai 50 persen dari modal yang disetor selama pengembangan proyek. Investor Club ini menawarkan profit dan passive income dengan sistem yang terbuka dan transparan,” ujarnya. (Foto: Istimewa)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me