Perkotaan Akan Jadi Tantangan Global

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Saat ini lebih dari 2 milyar manusia di kawasan Asia Pasifik  tinggall di perkotaan yang artinya mewakili 53,3 persen penduduk perkotaan dunia. Hingga tahun 2023, kawasan Asia Pasifik dihadapkan pada tantangan sebagian besar penduduknya yang akan tinggal di perkotaan. Untuk itu perlu mengambil pelajaran dari negara-negara lain yang penataan kotanya dianggap sukses.

Apartemen Taman Rasuna

Apartemen Di Jakarta

Menurut Jose Maseland, Coordinator Regional State of The Cities Report UN-Habitat, globalisasi berdampak pada terbukanya perbatasan antar negara. “Hal ini menuntut konsekuensi dan keniscayaan kerja sama regional untuk mengidentifikasi isu nasioanal yang sama yaitu demografi, ekonomi, lingkungan, dan perkotaan,” ujarnyaa di acara Asia Pacific Expert Groups Meeting for Habitat III di Bogor, Rabu (26/11). Acara ini dihadiri peserta dari Nepal, Kamboja, Laos, Timor Leste, Myanmar, Filipina, dan Cina.

Sayangnya, sambung Jose, isu perkotaan ini tidak  didukung dengan data yang akurat sebagai baseline pembangunan perkotaan. Pada hal, banyak pelaku ekonomi dan lembaga pembiayaan global, konsultan, maupun pihak swasta yang mencari data komprehensif sebuah kota tapi pemerintahnya tidak bisa menyediakan data tersebut

“Pada hal, kalau pemerintah kota dapat menyediakan informasi yang benar, akurat, dan dengan waktu yang tepat, pemerintah sendiri dapat membuat analisis yang terukur dan tentunya akan berdampak pada keputusan yang mereka akan buat,” imbuhnya. Karena itu pertemuan kali ini juga berupaya untuk menjawab bagaimana pemerintah pusat dan daerah beradaptasi dan moncontoh pengalaman negara lain serta bagaimana menjamin keberlanjutan dan keseimbangan pembangunan perkotaan.

Jose menyampaikan data yang lainnya. Pada tahun 1990, hanya ada lima kota utama di Asia yaitu Tokyo dan Osaka di Jepang, Mumbai dan Kolkata di India, dan Seoul di Korea Selatan, tapi  hingga saat ini sudah berkembang menjadi 17 kota besar. “Periode 1990-2030, Shanghai, Beijing, Dhaka, Karachi, dan Delhi mengalami peningkatan jumlah penduduk hingga empat kali lipat. Ini perkembangan yang luar biasa, karenanya harus diatur dan ada kesepahaman bersama antar kota-kota dunia,” tandasnya.

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me