“Demand” Apartemen di Pusat Kota Makin Kuat

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Makin terbatas dan mahalnya harga hunian di pusat kota saat ini semakin memperkuat permintaan apartemen eksklusif di pusat kota. Tingginya demand itu kian diperkuat dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

General Manager Marketing Grand Marina Ancol Ratdi Gunawan mengatakan bahwa kenaikan harga BBM menjadikan apartemen sebagai pilihan tempat tinggal masyarakat luas, terutama bagi kalangan masyarakat dengan mobilitas tinggi. Tren memiliki hunian yang mendekati lokasi bisnis atau perkantoran semakin kuat.

“Lahan makin terbatas dan mahal, ditambah harga BBM naik, ini alasan orang lebih memilih apartemen di pusat kota. Mereka sudah tidak ingin berkompromi lagi dengan kemacetan,” ujar Ratdi, Kamis (27/11/2014).

Dia menambahkan, khusus untuk investasi, masyarakat pun kini lebih memilih lokasi di tengah kota yang dekat dengan pusat bisnis dan banyak akses tol. Mereka akan memilih lokasi dengan tingkat hunian atau okupansi apartemen paling tinggi.

“Kalau okupansi sudah tinggi, harga sewa dan harga jualnya juga akan tinggi, itu sudah hukumnya,” kata Ratdi.

Untuk menangkap celah itu, Ratdi menawarkan Grand Marina Ancol sebagai apartemen yang mempunyai konsep hotel dan residensial. Daya tariknya adalah orang bisa tinggal di apartemen yang bersebelahan dengan hotel bintang empat.

“Di sini nilai investasinya lebih tinggi, karena fasilitas yang diberikan juga fasilitas hotel bintang empat,” katanya.

Grand Marina Ancol adalah apartemen ekslusif di tepi pantai dengan fasilitas hotel bintang empat. Apartemen tersebut memiliki satu tower apartemen dengan satu tower hotel bintang empat. Hotel ini akan dioperasikan oleh Best Western Hotel, salah satu operator hotel yang memiliki lebih dari 4.100 jaringan hotel di lebih 100 negara di dunia.

Saat ini Grand Marina Ancol Hotel & Residence dipasarkan dengan harga perdana Rp 600 jutaan. Lokasinya berada di kawasan wisata Ancol yang dikelilingi banyak hotel bertaraf internasional dan perumahan Ancol barat yang harganya berkisar di harga Rp 5 miliar sampai Rp 25 miliar.

Sebelumnya, Director Strategic JLL, Herully Suherman, kepada Kompas.com, Rabu (15/10/2014) lalu mengatakan bahwa seluruh subsektor properti mulai perkantoran hingga sektor ritel masih mendapat sentimen positif pasar. Untuk apartemen strata, kinerja pertumbuhan tercatat paling signifikan dalam tiga kuartal terakhir ini.

“Penyerapan apartemen strata melonjak 20 persen dari kuartal sebelumnya atau menembus angka 4.900 unit sehingga secara umum jumlah penyerapan apartemen strata dalam tiga kuartal mencapai 12.000 unit,” ujarnya.

Sentimen positif, tambah luke, akan terus berlanjut hingga 2017 mendatang, saat sejumlah 56.000 apartemen strata telah mencapai tingkat penjualan sebesar 78 persen pada kuartal III 2014. Adapun di subsektor ritel, tingkat hunian relatif stabil pada level 93 persen.

properti.kompas.com