Sentra Senayan, Perkantoran Termahal di Jakarta

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Meskipun sektor perkantoran diperkirakan mengalami stagnasi pada 2015 mendatang yang ditandai pasokan (supply) lebih banyak ketimbang permintaan (demand), namun, ada beberapa gedung perkantoran tetap berkinerja positif dengan tarif sewa tinggi.

Data DTZ Indonesia menyebutkan, gedung-gedung perkantoran bertarif sewa tinggi tersebut berada di central business district  (CBD) Jakarta. Salah satunya adalah Sentra Senayan dalam kompleks pengembangan Plaza Senayan.

Tarif sewa gedung perkantoran yang dibangun PT Senayan Trikarya Sempana tersebut sebesar 56 dollar AS atau Rp 672.000 per meter persegi (kurs 1 dollar AS=Rp 12.000). Angka ini merupakan asking base rent  dengan biaya servis 7 dollar AS per meter persegi.

Di antara perkantoran Grade A lainnya, tarif sewa Sentra Senayan merupakan tertinggi di Jakarta. Menyusul The Plaza di kompleks Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, yang dibanderol dengan angka di bawahnya yakni 55 dollar AS per meter persegi dan 6,3 dollar AS per meter persegi untuk biaya servis.

Kemudian WTC II Jl Sudirman menembus posisi 48 dollar AS per meter persegi dan biaya servis 7,3 dollar AS per meter. Sementara Equity Tower berada pada pada level 45 dollar AS per meter persegi dengan biaya servis 4,6 dollar AS per meter persegi.

“Kendati gedung-gedung tersebut bertarif sewa tinggi, namun tingkat okupansinya juga tinggi yakni sekitar 94 persen hingga 97 persen,” ujar Country Head DTZ Indonesia, Kan Kum Wah, dalam presentasinya pada seminar “Indonesia Real Estate 2014”, Rabu (26/11/2014).

Flat

Secara umum, menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, pasar perkantoran Indonesia akan berlangsung flat.

“Saat itu banyak proyek perkantoran rampung pembangunannya dan masuk pasar secara bersamaan,” ujar Hendra.

Hendra menuturkan, stagnasi juga dipengaruhi pertumbuhan ekonomi yang melambat sehingga memengaruhi penundaan ekspansi bisnis.

“Kendati demikian kebutuhan akan tetap ada. Sehingga transaksi tidak terlalu sepi. Kebutuhan ini berasal dari perusahaan yang perlu ruang lebih besar (upgrading), relokasi dan naik kelasnya start up company (pebisnis pemula) yang membutuhkan ruang perkantoran lebih representatif,” tandas Hendra.

Dari data Colliers International Indonesia, pasokan perkantoran baru yang akan memenuhi pasar CBD Jakarta pada 2015, sebanyak 607.462 meter persegi.

Sementara itu, hingga akhir 2014 mencapai 2,5 juta meter persegi atau lebih dari separuh pasokan total kumulatif 4,8 juta per meter persegi. Sebanyak 50 persen di antaranya sudah terserap dalam bentuk komitmen awal.

Adapun pra komitmen untuk pasokan perkantoran baru yang masuk 2015 baru mencapai 25 persen.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me