Lamudi: Masa Depan Pasar Properti Indonesia Sangat Cerah

Big Banner

P2014-11-26 14.52.33roperti – Portal jual beli dan sewa real estate Lamudi Indonesia mengadakan acara Lamudi Real Estate Conference 2014 di Balai Kartini, Jakarta pada Rabu (26/11/2014) kemarin. Lamudi Indonesia menggelar konferensi ini terkait topik seputar tren terkini dan perubahan ditahun mendatang pasar real estate di Indonesia dan di negara-negara berkembang. Portal properti Lamudi merilis laporan tahunan real estate perdananya di pasar negara-negara berkembang salah satunya Indonesia.

Menurut survei terakhir dari para broker real estate lokal, prospek ekonomi di Indonesia dianggap sebagai kendala utama pasar properti Indonesia, mengalahkan faktor lainnya seperti perubahan politik dan fluktuasi harga. Riset tersebut menyoroti perilaku para pencari properti online sekaligus menawarkan proyeksi dan wawasan terhadap masa depan sektor properti. Hampir 65 persen dari agen memiliki pandangan positif terkait masa depan properti, 35 persen lainnya hanya menggambarkan proyeksi pasar mereka selama 12 bulan ke depan.

“Masa depan pasar properti di Indonesia sangat cerah dan sektor properti di Indonesia akan naik hingga delapan persen atau lebih pada tahun 2014. Survei kedua yang melibatkan konsumen, Lamudi menyoroti perilaku berburu properti diantara pembeli dan penyewa,” ungkap Kian Moino, Co-Founder Lamudi Global.

Dari survei tersebut terungkap bahwa memiliki properti adalah prioritas utama bagi masyarakat Indonesia, terlihat 95 persen penyewa menyatakan untuk membeli rumah. Terungkap bahwa tidak banyak masyarakat Indonesia tinggal sendiri, 56,1 persen mayoritas responden tinggal dengan orang lain dan 29,8 persen tinggal bersama orang tua.

Di Indonesia, Johanes Mardjuki selaku Presiden Direktur Summarecon membahas bahwa prospek pasar real estate menjadi sektor dengan pemasukan menengah besar sebagai bisnis terdepan untuk sektor properti. Peluang pertumbuhan properti di Jakarta sangatlah kecil namun, di kawasan penyangga seperti Bogor dan Bekasi peluangnya sangat besar. Selain itu, potensi besar juga terlihat di kota-kota besar lainnya seperti Medan, Balikpapan, dan Pekanbaru karena pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut sangatlah cepat.

Menyambut tahun 2015, ekonomi di pasar negara berkembang seperti Asia Tenggara, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika diprediksikan untuk semakin kuat. Meningkatnya ketidakseimbangan domestik dan lingkungan eksternal yang menantang, Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) di Asia Tenggara 2012-2013 berada di bawah rata-rata selama dekade terakhir. Angka dari OECD Development Centre’s Medium-Term Projection Framework (MPF-2014) mengungkapkan bahwa tingkat PDB sesungguhnya di Asia Tenggara diramalkan akan mencapai rata-rata 5,4 persen per tahun pada 2014-2018. Puji Kurniasari.

h3>Artikel Terkait

propertynbank.com