Superblok Berharga Triliunan ‘Menjamur’, Harga Tanah di Pinggir Jakarta Terkerek Naik

Big Banner

Jakarta -Menjamurnya superblok-superblok baru di pinggir Jakarta berdampak langsung terhadap harga tanah di sekitarnya. Keberadaan superblok di pinggiran Jakarta yang merupakan terintegrasinya apartemen, perkantoran, mal, hotel, pusat bisnis, dan lainnya yang dibangun dengan investasi triliunan rupiah.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan berdasarkan perkiraanya harga tanah di kawasan superblok baru seperti Sentra Primer Timur, Sentra Primer Barat dan lainnya menyebabkan pertumbuhan harga tanah di sekitarnya rata-rata naik 20% per tahun.

Ali mencontohkan di Sentra Barat yang merupakan lokasi superblok St Moritz dan Ciputra International, harga tanah di kawasan tersebut berkisar Rp 10-25 juta per meter persegi. Sedangkan di Sentra Primer Timur yang dikembangkan Grup Bakrie dan Perum Perumnas harganya masih di bawah Rp 15 juta per meter.

“Harga tanah naik 20% di sentra barat, sentra timur juga sama, asal proyeknya berjalan. Sekarang ini yang bergerak paling pesat itu di barat, karena diapit dua wilayah Serpong dan Jakarta,” kata Ali kepada detikFinance, Senin (22/9/2014).

Ia mengatakan di Jakarta Barat, bakal ada segitiga emas baru yaitu kawasan Puri Indah, Kebon Jeruk, dan Permata Hijau. Alasannya wilayah-wilayah tersebut terkena dampak positif hadirnya tol baru Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2.

Selain itu, meski ada beberapa wilayah yang terus berprospek, Ali menggarisbawahi di pinggir Jakarta ada kawasan yang kini memang sudah berkembang pesat namun punya keterbatasan dukungan akses jalan. Ia mencontohkan kawasan Jalan Simatupang kini bermunculan mal, perkantoran, apartemen namun hanya mengandalkan akses jalan Tol JORR, sedangkan jalan arterinya relatif sangat sempit.

“Simatupang sekarang ini ada 12 gedung baru yang masuk sampai 2016. Tapi potensinya tak sebesar itu, karena akses jalan arteri yang sangat sempit,” katanya.

Ali menambahkan hadirnya superblok-superblok baru di pinggir Jakarta tak bisa terelakkan. Kondisi kemacetan jalan di Central Business District (CBD) Jakarta dan harga lahan yang sudah sangat mahal, menjadi pemicu CBD baru tumbuh subur di pinggiran Jakarta. Meskipun secara langsung keberadaan CBD-CBD baru ini mendongkrak harga tanah di pinggiran Jakarta menjadi semakin mahal.

finance.detik.com