Harga Tanah Kawasan Industri Melonjak

Big Banner

Pekan lalu muncul data tentang harga lahan kawasan industri utama di Jadebotabek 2014 yang meningkat cukup tinggi. Data ini dikeluarkan dalam suatu event Seminar Indonesia Real Estate 2014.

Secara mengejutkan, harga lahan yang tersebar di 11 kawasan industri utama di Jadebotabek tersebut melonjak sangat tajam dengan pencapaian rerata Rp 1,9 juta per meter persegi. Ketersediaan tanah yang terbatas sementara permintaan dan kebutuhan yang tinggi menjadi faktor utama dari lonjakan harga ini.

Kondisi Indonesia yang kondusif pasca Pemilihan Umum dan pelantikan Presiden serta Wakil Presiden membuat banyak investor tertarik untuk membangun bisnis di tanah air.

Selain itu program-program pemerintah yang mendukung adanya pembangunan skala besar untuk perbaikan dan penambahan sarana infrastruktur juga menambah daya tarik Indonesia bagi perusahaan asing untuk lakukan ekspansi. Terlebih dari itu maka faktor harga tanah di Indonesia yang masih lebih murah ketimbang negara-negara kawasan ASEAN lainnya juga menjadi magnet utama para pengusaha untuk memulai usaha.

Bisa dibilang bahwa kepercayaan pasar sedang tinggi atas iklim investasi di Indonesia. Belum lagi ditambah dengan besarnya pasar domestik Indonesia maka pasar luar pun semakin melirik Indonesia. Tak hanya dari perusahaan asing tapi juga dari perusahaan dalam negeri.

Tercatat hingga semester I tahun 2014 ada total transaksi tanah mencapai 750 hektar.  Perusahaan-perusahaan otomotif seperti Toyota, Suzuki, Astra Honda Motor menjadi pembeli-pembeli utamanya dan memberi kontribusi besar dalam pembelian tanah-tanah tersebut.

Secara lapangan kondisi bisnis properti di Indonesia memang melambat. Namun, peluang baik terlihat jelas di subsektor kawasan industri. Kebanyakan dari pihak asing memandang Indonesia sangat berpotensi sebab saat ini merupakan negara yang masuk dalam G20 lalu dan juga masa kebangkitan  masyarakat kelas menengah ke atas.

Dalam seminar itu disampaikan juga bahwa Surabaya juga menjadi spot yang cukup berpotensi selain Jabodetabek. Harga tanah yang lebih murah dibanding dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bekasi dan sekitarnya menjadi penyebab utama. Terpantau harga tanah di Surabaya ada di antara Rp 750.000 hingga Rp 2,2 juta per meter persegi

Dari catatan sebelumnya maka dalam tiga tahun terakhir lahan kawasan industri yang tersedia di Surabaya dan sekitarnya hanya tinggal seluas 223 hektar. Kalkulasi serapan pertahun antara 10 sampai 17 hektar. Sedangkan untuk tingkat hunian kawasan industri Surabaya mencapai 89 persen. Perusahaan yang bergerak di bidang kebutuhan konsumsi, elektronik, rokok, dan baja mendominasi kawasan.

Sementara dari pihak pengembang, akibat faktor naiknya harga BBM sudah menaikkan harga penjualan lahan kawasan Industri mereka seperti yang dilakukan oleh PT Jababeka dengan range kenaikan antara 2,5% hingga 5 % . Lippo Cikarang juga sudah memastikan akan menaikkan harga 10% hingga 20 %.

Santhi/Journalist/VM/VBN

Editor: Tania Tobing

vibiznews.com