Aksi Buy Back Disetujui RUPSLB, Saham APLN Dalam Koreksi Teknikal

Big Banner

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan para investor terkait rencana membeli kembali (buyback) sahamnya. Adapun Buyback saham disetujui oleh 99,84% pemegang saham.

Selanjutnya, buyback akan dilakukan secara bertahap dengan waktu maksimal 18 bulan setelah RUPSLB atau tanggal 28 November 2014. Dengan demikian buyback terakhir akan dilakukan pada tanggal 26 Mei 2016.  Sementara untuk transaksi di luar bursa, harga buyback adalah  rata-rata harga saham selama 90 hari terakhir. 

APLN telah menyiapkan dana Rp 620 miliar untuk buyback sebanyak-banyaknya 2,05 miliar saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.  Aksi korporasi itu dilakukan karena APLN memiliki arus kas yang melebihi jumlah yang diperlukan untuk ekspansi.

Dengan buyback, nilai laba bersih per saham alias earning per share APLN diharakan bisa meningkat. Dana untuk buyback itu akan diambil dari saldo laba APLN per September 2014 yang masih sebesar Rp 2,6 triliun. Dengan adanya aksi buyback tersebut dan jika dana tersebut dapat dipakai maksimal, return on equity (ROE) APLN akan naik dari 6,99% menjadi 7,56%. Sementara laba bersih per saham akan naik dari Rp 27,08 per September 2014, menjadi Rp 30,09% setelah buyback.

Sementara kabar terbaru dari kondisi perseroan, APLN bersiap untuk menaikkan harga properti tahun depan untuk mengimbangi naiknya inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut karena kenaikan inflasi membuat bahan baku menjadi lebih mahal. Perseroan akan mulai menaikkan harga pada Januari 2015. Adapun kenaikannya sekitar 10% -15%. ‘Kami akan naikkan secara bertahap dan tergantung dari masing-masing proyek.

Sepanjang kuartal III-2014, kinerja APLN sedikit meredup. Hal ini terlihat dari pendapatan dan penjualan perseroan di sembilan bulan pertama tahun ini yang sebesar Rp 3,51 triliun atau naik tipis 0,86% dari periode yang sama tahun lalu Rp 3,48 triliun.  Penjualan APLN berasal dari apartemen, rumah kantor, rumah toko, rumah tinggal, kios, dan perkantoran. Selain itu, APLN juga memperoleh pendapatan dari penyewaan, hotel, dan pendapatan lain-lain.

Sementara itu, beban pokok penjualan APLN turun 2,2% year on year (yoy) menjadi Rp 1,75 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,79 triliun. Dengan demikian laba kotor perseroan masih naik 3,5% yoy menjadi Rp 1,75 triliun dari Rp 1,69 triliun di kuartal III-2013.  Namun, APLN terbebani dengan kenaikan beban penjualan sebesar 2,11% menjadi Rp 275,55 miliar.

Kenaikan ini meliputi biaya iklan dan brosur, komisi, promosi, penyusutan dan amortisasi, dan lain-lain. Sementara biaya pameran dan launching serta kantor pemasarana mengalami penurunan.  Selanjutnya beban umum dan administrasi APLN juga mengalami peningkatan sebesar 30% menjadi Rp 611,2 miliar. Beban bunga dan keuangan perseroan juga naik 38,35% menjadi Rp 455,23. Akibatnya, laba bersih APLN turun 15,22% menjadi Rp 506,5 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 597,49 miliar.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham Senin (1/12/14), saham APLN dibuka pada level 361 dalam kisaran 354 – 366 dan volume perdagangan saham APLN mencapai 14,1 juta lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham APLN sejak pertengahan bulan November terlihat terus mengalami pelemahan tajam dan saat ini sedang alami potensi rebound terbatas. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.

Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan APLN menguat. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju APLN masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan APLN. Saat ini level support berada pada Rp325 hingga resistance Rp380.

 

 

Regi Fachriansyah / Equity Analyst at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens

 

vibiznews.com