Ciputra-Trisula Kembangkan Superblok Rp 5 Triliun

Big Banner

Jakarta – Ciputra Group bekerjasama dengan Trisula Group mengembangkan superblok Ciputra Internasional di kawasan Puri, Jakarta Barat, dengan investasi Rp 5 triliun. Proyek di atas lahan 7,4 hektare ini mulai digarap kuartal pertama 2015.

Direktur Ciputra Group Arthadinata Djangkar mengatakan, kebutuhan perkantoran dan hunian di Jakarta Barat masih sangat tinggi. Pasar perkantoran dan hunian di Jakarta mulai bergesar ke Jakarta Barat karena dekat dengan akses infastruktur. Ciputra memprediksi kawasan ini akan menjadi primadona.

“Kami mengerti kebutuhan masyarakat Jakarta akan pemukiman yang dekat dengan perkantoran karena mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Kami melihat daerah Puri Alam akan menjadi Central Business District (CBD) di Jakarta Barat. Kawasan ini akan menjadi alternatif dari dari kawasan serupa di Sudirman,Thamrin dan Kuningan,” papar Arthadinata di Jakarta, pekan lalu.

Mengutip laporan konsultan properti Colliers International Indonesia, Arthadinata mengatakan, permintaan dan suplai apartemen di Jakarta terus meningkat. “Harga apartemen dibanding tahun lalu naik 13 persen hingga 28 persen. Di samping itu agenda politik 2014 juga tidak menganggu pasar apartemen,” kata dia.

Ciputra International adalah sebuah kompleks bangunan multifungsi (mixed use development), dimana arsitekturnya dirancang oleh AEDAS, arsitek kelas dunia yang berbasisi di Singapura. Di kompleks ini akan berdiri 10 menara, yang terdiri atas enam menara perkantoran, tiga menara apartemen, dan satu menara hotel bintang lima, serta lifestyle center.

“Operator hotel yang ditunjuk adalah InterContinental Hotel Group (IHG). Nama hotelnya adalah InterContinental Jakarta West,” kata dia.

Associate Director Sales & Marketing Ciputra Group, Helen Hamzah menambahkan, pada tahap pertama akan dibangun dua menara apartemen dan satu perkantoran, dengan nilai investasi Rp1,5 triliun. Untuk penjualan, lanjut dia, pada tahap pertama yang ditawarkan adalah menara Amsterdam Residensial. Sejak diperkenalkan September lalu, sebanyak 412 unit apartemen sudah 100 persen habis terjual (sold out).

Tingginya minat atas apartemen Amsterdam mendorong kenaikan harga permeter persegi hingga 50 persen. Awalnya dipatok Rp 21 juta-Rp23 juta/permeter persegi naik menjadi Rp 29 juta-Rp 30 juta/permeter persegi.

Menara Barcelona

Setelah sukses meluncurkan menara Amsterdam, Ciputra International akan memperkenalkan menara kedua, yaitu menara Barcelona. Menara ini akan dikenalkan ke pasar pada kuartal pertama 2015 dan diharapkan selesai pada September 2018.

Menara Barcelona terdiri atas 34 lantai, dengan total 355 unit apartemen, yang terbagi dalam tiga zona yaitu low zone (tipe studio dan satu kamar tidur), mid zone (tipe 1 dan 2 kamar tidur), serta high zone (tipe 2 dan 3 kamar tidur). Harga yang ditawarkan, kata Helen, sebesar Rp27 juta per meter persegi. Helen optimistis, menara Barcelona akan mencetak rekor penjualan unit seperti menara sebelumnya.

“Sistem penjualan kami memang terus meningkat sesuai dengan kuota penjualan. Setelah terjual 30-40 apartemen maka harganya akan naik 50 persen. Jadi, kenaikannya berdasarkan demand (permintaan), bukan waktu,” kata dia.

Sementara itu, menyinggung prospek strata office, Arthadinata menilai sangat positif. Perkantoran yang berdiri Ciputra Internasional memiliki luas 34.603 meter persegi, dengan ketinggian 19 lantai dan 3 basement. Hingga kini, dari 180 unit sudah 60 persen terjual, yang dipatok di harga mulai Rp 23 juta permeter persegi.

“Pengusaha atau perusahaan kelas menengah yang masih suka ruko, ke depan akan beralih ke strata office. Saat ini harga ruko pelan-pelan semakin mahal. Tidak heran harganya bisa sampai miliaran,” kata dia.

Menurut dia, pengusaha akan beralih ke strata office karena bangunannya lebih tinggi dan citra ruko tidak setinggi office building. “Kami kira ada pasar untuk strata office di Jakarta Barat. Konsumen akan beralih dari ruko ke office. Sebab, harga pasaran ruko di kawasan ini mencapai Rp 6 miliar sampai Rp 12 miliar,” ujar dia.

Lokasi strata office di Jakarta Barat tersebut cukup strategis, lengkap dengan infrastruktur yang memadai, termasuk diapit oleh jalan tol Jakarta Tangerang dan tol JORR. “Sebetulnya lokasi ini punya potensi untuk pelaku logistik karena dekat dengan bandara internasional dan pelabuhan Priok,” jelas dia.

Penulis: IMM/FER

Sumber: Investor Daily

beritasatu.com