Bergerak Tak Wajar, Saham SCBD Masuk Daftar UMA

Big Banner

PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) masuk dalam daftar unusual market activity (UMA) oleh Otoritas bursa setelah harga saham emiten properti itu mengalami penurunan dan aktivitas transaksinya meningkat di luar kebiasaan. Adapun saat ini otoritas bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham SCBD.

Menurut pemantauan, harga saham SCBD anjlok 51,91% dalam periode 16 Oktober hingga hari ini, dari Rp3.795 per lembar saham menjadi Rp1.825 per lembar saham. BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban SCBD atas permintaan konfirmasi dari bursa, mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana aksi korporasi SCBD, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari.

SCBD dikenal sebagai pemilik dan pengelola Sudirman Central Business District. Perseroan merupakan anak usaha PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD). Keduanya bernaung di bawah Artha Graha Network (AG Network), yang bergerak di sejumlah sektor, seperti properti, perbankan, infrastruktur, dan perikanan. (AMA)

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Kamis (4/12/14), saham SCBD  dibuka pada level 1,905 dalam kisaran 1,900 – 1,905 dan volume perdagangan saham SCBD  mencapai 200 juta lot saham. Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SCBD terpantau kurang likuid dan sahamnya terlihat mengalami pelemahan yang sangat signifikan. Bergerak variatif dan melihat jumlah volume perdagangan, Saham SCBD tergolong saham yang kurang likuid sehingga pergerakannya terus dalam konsolidasi dan disarankan untuk menjauhi terlebih dahulu saham ini.




 

 

 

Regi Fachriansyah / Equity Analyst at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens

 

 

 

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me