Istana Presiden Turki Menuai Kritik

Big Banner

SolusiProperti.com – Istana Kepresidenan Turki, Ak Saray (istana putih) yang dibangun di kawasan lahan hutan lindung Ataturk menuai kritik tiada henti. Selain lokasi pembangunan, publik juga menyoroti ongkos pembangunan istana tersebut yang mencapai nilai USD600 juta (sekitar Rp7,2 triliun), dimana semuanya diambil dari pajak rakyat.

Recep Tayyip Erdogan, presiden sebuah negara di perbatasan Benua Asia dan Eropa itu kali ini kembali membuat kehebohan dengan istana yang dibuatnya untuk dirinya sendiri. Istana yang konon memiliki 1.000 ruangan tersebut berdiri di atas lahan seluas 1,6 juta kaki persegi di kawasan hutan lindung Ataturk, Turki.

Times memberitakan, ukuran istana tersebut memang tidak main-main. Disebutkan, ukurannya 30 kali lebih besar dibandingkan Gedung Putih. Sementara itu, Bloomberg pun menulis, bahwa ukuran istana dengan luas bangunan 289.000 meter persegi itu merupakan istana kepresidenan terbesar di dunia.

Istana yang diresmikan pada minggu lalu itu, di atas kertas merupakan bangunan yang ditujukan bagi perdana menteri. Akan tetapi, setelah 11 tahun sebelumnya Erdogan menduduki jabatan tersebut dan akhirnya menjadi presiden saat ini, maka otomatis istana tersebut akan menjadi kediaman resmi miliknya. Demikian tulis Bloomberg.

Selain istana, Erdogan juga melengkapi akomodasi kepresidenannya dengan sebuah air bus yang sesuai dengan spesifikasinya sendiri. Lagi-lagi, ongkos perakitannya yang memakan biaya mencapai USD185 juta, diambil dari uang negara.

solusiproperti.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me