Dipadati Pendatang, Apartemen Menjamur di Tangerang

Big Banner

TANGERANG, KOMPAS.com – Perkembangan ekonomi Kota Tangerang saat ini mencapai 7,32 persen. Tangerang juga mengalami perkembangan properti yang cukup bagus, mengingat letaknya dekat dengan Jakarta sebagai ibu kota negara.

Berkembangnya properti ini didorong pertambahan jumlah penduduk. Bukan hanya penduduk lokal, pendatang pun turut meramaikan Tangerang. Direktur Adhimix Property, Herman Sulistyono mengatakan, sebagian besar pembelinya bukan penduduk Tangerang.

“Kalau dilihat dari KTP pembeli Annora Living, banyak (berasal) dari Jakarta dan Tangerang, tapi kebanyakan dari luar itu,” ujar Herman di Tangerang, Banten, Sabtu (6/12/2014).

Herman menuturkan, para calon pembeli ini bervariasi mulai dari investor atau pembeli akhir. Untuk investor, mereka membeli kondotel, sementara apartemen didominasi oleh pembeli akhir. Para pendatang ini, kata Herman, tertarik untuk tinggal di Tangerang karena selain dekat dengan Jakarta, di kota ini juga terdapat Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Tak hanya Annora Living, Tangerang juga diramaikan Sudorman One, Urbana, U Residence, Paragon Village, dan Paragon Square.

Kondotel dan apartemen

Melihat prospek properti di Tangerang yang meningkat, PT Adhimix Precast Indonesia, melalui Adhimix Property, mengembangkan kondotel dan apartemen pertamanya bernama “Annora Living” yang saat ini dalam tahap penutupan atap terakhir atau topping off.

“Desain sudah ada sejak Agustus 2013 dan unitnya mulai dipasarkan Februari 2014. Targetnya gedung selesai Agustus 2015,” kata Herman.

Setelah peluncuran perdana awal 2014 lalu, PT Adhimix mampu menjual 50 peren-60 persen dari 625 total unit kondotel dan apartemen Annora Living. Herman mengatakan, jumlah pembeli antara kondotel dan apartemen Annora saat ini masih seimbang.

Annora Living terdiri atas 423 unit apartemen yang meliputi tipe studio dan tipe 2 kamar tidur. Sementara untuk kondotel, jumlahnya 226 unit yang terbagi atas kamar superior, deluxe, dan junior suite.

“Pertama kali diluncurkan, kami jual sekitar Rp 10 juta-Rp 11 juta per meter persegi. Sekarang sudah menyentuh level Rp 12 juta-Rp 13 juta per meter persegi,” tutur Herman.

Adhimix menyiapkan biaya investasi Annora Living sebesar Rp 300 miliar. Dananya berasal dari kas internal dan penjualan. Selain itu, sebanyak Rp 80 miliar-Rp 100 miliar diharapkan dari kucuran Bank BTN dan BCA.

Dari total penjualan Annora, Herman menargetkan bisa mengumpulkan sekitar Rp 350 miliar setelah serah terima unit pada November 2015.