Menggapai Kenyamanan Di The Roemah 7a

Big Banner

SolusiProperti.com – Dari kejauhan rumah yang terletak di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini nampak asri dan terkesan klasik. Sebuah joglo besar menjadi bagian depan rumah ini. Tidak ketinggalan, mobil tua berwarna putih parkir di depannya. Di sebelah kanan dari bangunan utama, terdapat dua joglo kecil yang berisi kursi dan meja kayu yang tidak beraturan. 

Rumah tersebut adalah The Roemah 7a yang dimiliki oleh pasangan Anthon Novianto dan Dewi Syarah. Bangunan seluas 3.000m2 ini sudah berdiri sejak  1978.”Dahulu sebelum dibangun rumah, tanah ini merupakan kebun rambutan,” tutur Anthon.
 
Almarhum ayah Anthon lah yang kemudian membeli rumah ini dan membangunnya menjadi rumah dengan model  70-an pada masa itu. Namun, rumah tersebut tidak pernah ditinggali oleh keluarga Anthon. Rumah ini pada awalnya dibangun untuk disewakan kepada ekspatriat yang bertugas di Indonesia pada masa itu.
 
Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan properti di Indonesia. Rumah ini mulai kalah dengan apartemen dan cluster-cluster yang baru dibangun. Akhirnya pada tahun 2006, Anthon memutuskan untuk mengubah rumah ini menjadi sebuah fungtion house.
 
Anthon yang sejak muda memang menyukai barang-barang vintage mendekorasi rumah ini menjadi rumah tradisional unik yang tentunya ada sentuhan modern. Di bagian depan rumah, Anton meletakkan sebuah rumah joglo besar yang dia beli di Jakarta. Namun, gebyok tersebut berasal dari Kudus. Dia mendapatkan rumah joglo tersebut secara kebetulan karena orang yang memesan rumah joglo tersebut mendadak membatalkan pesanannya.
 
Di samping rumah joglo bagian depan, terdapat dua joglo kecil yang Anthon pergunakan sebagai tempat meletakan mebel vintage yang hendak dia jual. Mobil-mobil tua yang menghiasa halaman depan rumahnya pun merupakan hasilnya berburu mobil bekas di kampakan mobil di Jakarta dan sekitar Jawa.
 
Memasuki rumah ini, terlihat banyak pajangan barang vintage. Anthon menyebutnya barang vintage bukan antik karena menurutnya kedua barang tersebut memiliki makna yang lain.
 
“Barang antik itu seperti tempat tidur raja yang bisa dilihat di museum, sedangkan barang vintage itu barang yang memiliki nilai nostalgia dan kisah menarik untuk diceritakan karena pernah mengalami menggunakan barang itu,” cerita Anthon.
 
Banyak koleksi Anthon yang dipajang dalam rumah ini. Di bagian depan, bisa dilihat sederet televisi zaman dahulu yang masih berbentuk tabung menyerupai helm dengan berbagai warna. Disampingnya bisa dilihat lemari yang berisi komik-komik jaman dahulu yang dilihat dari warnanya sudah berumur lebih dari 10 tahun.
 
Memasuki bagian dalam rumah, nuansa kental dari tradisional Jawa yang dipadukan dengan nuansa modern semakin terasa. Di beberapa sudut rumah terlihat gebyok-gebyok yang Anthon dapatkan dari sekitar Jakarta dan Jawa. Hampir semua gebyok ini terbuat dari kayu jati. Hanya ada satu gebyok yang Anthon dapatkan dari rumah betawi. Dan gebyok tersebut terbuat dari kayu nangka karena rata-rata gebyok betawi jaman dahulu terbuat dari kayu nangka.
 
Di salah satu pojok rumah pun terlihat display yang sangat menarik. Anthon memajang koleksi boneka Jepang milikinya. Boneka ini tertata rapi dalam kotak-kotak kaca yang memang langsung dibeli dari Jepang ketika Anthon sekolah disana. Di sisi lain rumah, terdapat pajangan vespa-vespa mini yang digantung di dinding.
 
Vespa ini sudah berumur puluhan tahun, tak sengaja Anthon dapatkan dan dia cat ulang. Selain itu diseluruh penjuru ruangan dapat ditemukan semua koleksi barang vintage Anthon dari mulai kaset, proyektor, kaset, view master, pemutar piringan hitam dan barang vintage lainnya. Untuk hiasan dinding pun, terlihat beberapa relief yang menggantung di dinding. Selain itu tidak sedikit pula poster dan iklan film tahun 60an-70an yang dibingkai rapi. Semua koleksi ini merupakan milik Anthon yang dia dapatkan dari Jakarta dari sekitar Jawa seperti Semarang, Solo dan Malang.
 
Memasuki halaman dalam rumah ini, akan langsung terlihat pemandangan kolam renang yang dikelilingin rumput hijau dan pepohonan. Di belakangnya terlihat sebuah rumah joglo yang besar. Di depannya terdapat sepasang patung Gupala yang mengapit di kanan dan kiri pintu. Anthon menjelaskan Gupala ini merupakan patung penjaga yang memang sepaket dari rumah joglo. Joglo bagian dalam ini menurut Dewi sering digunakan sebagai pelaminan ketika ada acara pernikahan. Saat ini, The Roemah 7a ini memang digunakan sebagai rumah serbaguna dari mulai pemotretan, gathering hingga pernikahan.

solusiproperti.com