Pecel Solo Sepincuk Pecel di Dalam Galeri

Big Banner

Atmosfirnya seperti galeri dengan interior barang antik bernilai tinggi. Sebagian elemen bangunan memanfaat kan bekas kandang kerbau.

Housing-Estate.com, Jakarta – Meskipun sudah masuk dan mondar-mandir di ruangan, rasanya kita tidak seperti di restoran. Seolah ruang pamer barang antik karya empu tukang lebih dari seabad lalu. Ya, bangunan di Jl Palagan Tentara Pelajar, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, itu lebih mirip galeri ketimbang warung makan. Bangunannya berbentuk joglo penuh benda-benda kuno dengan papan nama di pinggir jalan jelas mengisyaratkan sebagai tempat kuliner: Pecel Solo.

pecel solo

Berdiri tahun 2005, Pecel Solo menawarkan aneka kudapan tradisional Jawa. Anda bisa menikmati nasi liwet, pecel ndeso, garang asem, tak ketinggalan sop buntut. Minumannya jahe pandan gulo jowo, beras kencur, temu lawak, dan kunir asem sirih. Menu “ndeso” itu disajikan di piring dari anyaman bambu beralas daun pisang.

Serba antik

Pecel Solo dikemas ala waroeng tempo doeloe. Gerai pertama di Solo juga mengangkat tema serupa. Bedanya gerai di Yogya lebih luas, 1.400 m2 di atas tanah 1.800 m2. Genre waroeng tempo doeloe terekspresi dari banyaknya pernak-pernik dan perabotan rumah tangga pedesaan jaman baehula. Ini sejalan dengan hobi Henky H. Dewantoro, pemiliknya, yang gemar meng umpulkan barang antik. ‘Gledeg’ (tempat menyimpan beras) dan ‘gerobok’ (tempat pecah belah) dimanfaatkan menjadi meja makan. Ada juga meja lurah cukup panjang dan lebar.

Joglo saji: romansa warung kampung dengan risban dan lesung berjajar di teras.

Joglo saji: romansa warung kampung dengan risban dan lesung berjajar di teras.

Dudukannya tak kalah antik: bangku, dingklik, kursi jengki. Semuanya polos, sonder digosok dan dilapis, memunculkan tekstur rustic dan lebih klasik. Agar lebih elegan disampirkan selembar kain blacu di atas meja. Ratusan klonthong kebo (lonceng kayu di leher kerbau) tampak bergelantungan di beberapa tempat.

Kandang kerbau

Warung di dekat hotel Hyatt Yogyakarta itu mencakup lima unit bangunan kayu berbentuk joglo: joglo saji, joglo utama, limasan, dan joglo 1&2. Dari luar tidak begitu menyolok. Joglo saji dan joglo utama saling menempel, tiga lainnya berada di sebelahnya juga menyatu. Dari cerita pemiliknya, kata Eddi Irawan, Manager Pecel Solo, joglo-joglo itu berusia lebih dari 200 tahun.

Struktur joglo ditopang banyak tiang (soko) dengan empat tiang utama (soko guru) di bagian tengah. Barisan tiang dengan tambahan patung kepala menjangan itu menjadi elemen paling ekspresif. Kecuali joglo utama seluruh ruang didesain terbuka dengan lantai tegel terakota. Sekeliling joglo hanya dipasang pembatas berupa pagar kayu pendek dengan krei bambu yang dibuka gulungannya saat hujan dan tutup warung.

Kios klithikan

Kios klithikan

Sebagian elemen bangunan memanfaatkan bekas kandang kerbau. Meski banyak lubang bekas sambungan dan permukaan tidak rata karena aus dan lapuk tergerus usia, auranya justru makin memikat. Bekas kandang itu digunakan untuk penyangga atap teras dan area limasan dengan joglo 1.

Limasan menjadi area paling atraktif dengan pernak-pernik dan beragam perabotan Jawa klasik. Selain yang tadi disebut masih ada almari kuno, lumpang, lesung, dan gebyok. Lambang kemakmuran desa hadir lewat beberapa ikat padi kering di atas lesung. Romansanya makin menarik dengan ranjang antik di pojok-pojok ruang. Di sini tetamu dapat berleha-leha sambil menikmati hidangan. Shisha, perangkat untuk mengisap rokok Arab, menjadi satu-satunya pernik asing. Untuk mencobanya cukup merogoh kocek Rp38.500. “Ada rasa strobery mint dan orange mint,” terang Eddi.

Joglo utama rancangannya tertutup memperlihatkan keelokan arsitektur masa silam. Ruang bernuansa hijau tampak dramatik dengan variasi motif di sekujur soko guru, dinding kayu, dan sejumlah asesoris ukiran di area pintu. Warna pudar dimakan jaman dan ukiran motif tanaman pada umpak (kaki soko guru) meninggalkan kesan eksotis.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me