Dari Apartemen Kecil, Jack Ma Jadi Orang Terkaya di Asia

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Jangan remehkan bisnis berbasis internet. Terbukti pemilik perusahaan e-commerce Alibaba kini menjadi orang terkaya se-Asia. Jack Ma, pendiri Alibaba Group Holding Ltd., tahun ini memiliki kekayaan sebanyak 28,6 miliar dollar AS, setara Rp356,6 triliun. Pria asal Hangzhou-Tiongkok itu mengalahkan Li Ka-shing, yang sejak tahun 2012 selalu menjadi pemuncak orang terkaya di kawasan Asia. Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan konglomerat properti asal Hong Kong ini cuma 28,3 miliar dollar AS (Rp352,5 triliun).

“Saya seperti bukan siapa-siapa tetapi saya bahagia jika ada anak muda dari Tiongkok bekerja baik,” ucap Li, melalui juru bicaranya di Hong Kong. Sementara juru bicara Alibaba enggan memberi komentar soal kekayaan bersih majikannya. Li Ka-shing saat ini berusia 86 tahun, sementara Jack Ma masih berusia 50 tahun.

Jack Ma

Jack Ma

Ma yang mantan guru bahasa Inggris, memulai bisnis pada tahun 1999 dari apartemen kecilnya. Perusahaan belanja online-nya itu menjadi perusahaan publik sejak September 2014. Dari pelepasan 54 persen sahan perusahaannya itulah Ma meraup kekayaan berlimpah. Ma sendiri hanya memegang 6,3 persen saham saja atau senilai 16,3 miliar juta dollar AS (Rp203 triliun). Tapi Ma juga menjadi pengendali utama dan pemilik unit keuangan yang terkait dengan Alibaba, Alipay, sebuah usaha sistem pembayaran online serupa dengan Paypal.

Kapitalisasi pasar Alibaba di bursa saham tercatat mencapai angka 259 miliar dolar AS atau lebih dari Rp3,226 triliun!. Melebihi gabungan kapitalisasi pasar Amazon.com Inc dan Ebay Inc., paadahal keduanya sudah lebih dulu hadir sebagai perusahaan belanja online yang dikenal seantero jagat. Bahkan nilai Alibaba kini jauh melebihi nilai gabungan delapan perusahaan dalam deretan teratas Standard & Poor’s 500 Index.

“Kekayaan para jutawan di Tiongkok sedang tumbuh cepat, karena perekonomian Tiongkok masih berkembang dan masih banyak ruang untuk tumbuh,” kata Francis Ying, analis Yuanta Research. Sementara itu, tambahnya, Hong Kong sudah sampai di tahap pasar yang matang (mature).

Pengguna internet di Tiongkok memang sangat tinggi dan itu sebuah kelompok yang signifikan. Tidak heran ketika Alibaba melakukan initial public offering (IPO) pada 18 September 2014, Alibaba berhasil meraup dana mencapai 25 miliar dolar AS dan mencapai rekor IPO tahun ini. Harga saham perdana Alibaba sebesar 68 dollar AS  per lembarnya atau sekitar Rp850.000. “Alibaba menjadi saham global yang tidak boleh diabaikan,’ ucap Tony Chu, manajer keuangan RS Investment, yang mengelola dana investor sebesar 22,3 miliar dollar AS.

Ma berencana untuk melepas sebagian kepemilikannya di Alipaya sekitar tiga sampai lima tahun mendatang. Opsinya masih belum dipastikan, apakah kepada investor, ke pasar saham atau ke  pegawainya. Bergesernya Li Ka-shing ke posisi kedua sebagai orang terkaya di Asia, karena pada tahun ini kekayaan pemilik Cheung Kong Holdings Ltd itu berkurang 1,9 milar dolar AS (Rp23,68 triliun). Menurut catatan Bloomberg, pengurangan kekayaan pengembang terbesar ketiga di dunia itu karena sejumlah investasinya merugi. Meskipun memang perusahaan real estatnya masih mendapatkan untung.

Serupa dengan konglomerat gaek lain, kekayaan Li juga didapat dari hasil kerja keras. Usaha pertamanya adalah pabrik bunga plastik yang dibuka pasca Perang Dunia II. Selepas Revolusi Sosial Tiongkok, Li kemudian berinvestasi di pasar properti Hong Kong, pada tahun 1967.  Jaringan bisnisnya makin berkembang, mulai dari real estat, pelabuhan hingga telekomunikasi. Li, yang dijuluki Superman oleh media lokal, pernah memprediksi pada tahun 2007 bahwa pasar saham Tiongkok akan mengalami bubble dan kemudian pecah. Li juga memprediksi kalau tahun 2009 harga rumah di Hong Kong akan mengalami hal serupa.

(Sumber: Bloomberg)

 

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me