Pembangunan 10 Juta Rumah Rakyat Sulit Diwujudkan

Big Banner

Baru dua bulan pasca pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), pemerintah telah dituntut dengan berbagai macam permintaan dari masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan rumah rakyat. 

Selama 5 tahun ke depan, pemerintah ditargetkan untuk membangun 10 juta unit rumah rakyat dengan harga murah dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, menurut Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch bahwa target tersebut sulit sekali diwujudkan. 

“Target pemerintah membangun 10 juta unit perlu dipertanyakan, karena saat ini selain tidak ada bank tanah dan tata ruang di masing-masing pemda yang belum jelas untuk perumahan. Berdasarkan historikalnya di Indonesia setiap tahun itu hanya bisa memasok 100 ribu-150 ribu unit rumah, dan itu pun bukan pemerintah yang bangun, tapi swasta,” ujar Ali, seperti informasi yang diterima Rumahku.com

Eddy Ganefo, Ketua Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) pun memberikan pendapat keraguan yang serupa. Menurutnya jika pemerintah ingin membangun 10 juta unit rumah, berarti setiap tahunnya ada 2 juta rumah yang dibangun, dan itu sulit secara dana yang dibutuhkan adalah sekitar Rp100 triliun per 2 juta unit. Sedangkan dana dari subsidi BBM untuk pembangunan rumah hanya Rp2 triliun dan dari APBN Rp5,1 triliun.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me