Pekanbaru Menuju Metropolitan

Big Banner

PEKANBARU, KOMPAS.com – “Pekanbaru bersih dan tidak macet. Dalam dua tahun terakhir ada banyak pengembangan hotel dan tempat makan. Kota ini surga bagi para pelancong (traveller)”.

Adi Setiawan, wiraswasta, yang sudah enam tahun tinggal di Pekanbaru, Riau, mengutarakan pendapatnya terkait perkembangan kota di bumi Lancang Kuning tersebut kepada Kompas.com, Selasa (23/12/2014).

Selama enam tahun itu pula, Adi merasakan dan menyaksikan transformasi signifikan yang terjadi di kota dengan populasi hampir 1 juta jiwa itu. Taman dengan pepohonan rindang yang hijau dan asri, jalan-jalan kota yang lapang dengan kondisi memadai dan kualitas tinggi, serta bersih, mudah ditemui di setiap relung kota.

“Kondisi sekarang sangat jauh berbeda ketika saya menginjakkan kaki pertama kali pada 2008 silam. Keterjangkauan kota ini juga memudahkan pendatang karena setiap destinasi terhubung dengan transportasi publik, yakni Trans Metro Pekanbaru yang bisa diakses dengan mudah,” ujar Adi.

Selain kondisi infrastruktur, Adi juga menyoroti kelengkapan ekologis kota termasuk tersedianya fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas olahraga dan fasilitas hiburan. Fasilitas pendidikan tak hanya berupa sekolah terpadu hingga jenjang tertinggi, melainkan perpustakaan Soeman HS.

Perpustakaan yang berada di pusat kota tersebut, bukan sembarang, melainkan dirancang dengan langgam arsitektural kelas tinggi. “Fasad bangunannya bagus, seperti buku terbuka sehingga mengundang orang untuk “membaca”, dan berdecak kagum,” imbuh Adi.

Perpustakaan Soeman HS dilengkapi auditorium, bilik budaya Melayu, atrium, ruang pertemuan, musholla, kafe, kantin dan sudut energi. Seluruh intra fasilitas tersebut terkoneksi dengan jaringan internet nirkabel.

Tak hanya itu, kata Adi, kota Pekanbaru juga tengah giat mengerjakan berbagai pembangunan infrastruktur baik jalan, bandar udara, jembatan hingga perbaikan drainase dilakukan. Hal ini menstimulasi arus invetasi yang kian deras mengalir.

Dalam catatan Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Pekanbaru, per November 2014 saja, nilai realisasi investasi yang sudah masuk mencapai Rp 4,09 triliun. Naik signifikan jika dikomparasikan dengan pencapaian tahun lalu yang hanya sebesar Rp 1,5 triliun.

Sebagian besar investasi tersebut, masuk ke sektor properti, di antaranya pusat belanja, pasar modern, hotel, rumah sakit, dan fasilitas hiburan. Peningkatan investasi ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menjadikan ibu kota Provinsi Riau ini sebagai pusat perdagangan dan jasa utama di pantai timur Sumatra pada 2020 mendatang.

Untuk mendorong pertumbuhan investasi, BPTPM melakukan serangkaian langkah evaluasi dalam memberikan pelayanan kepada investor yang ingin menanamkan modal. Bahkan, tahun depan akan segera direalisasikan layanan berbasis teknologi informasi dan mendorong penggunaan sistem online, termasuk dalam memenuhi berkas-berkas yang dibutuhkan untuk perizinan.


Properti melesat

Nama besar macam Ciputra Group, tak luput melirik Pekanbaru sebagai lahan garapan ekspansi bisnis properti. Tak tanggung-tanggung mereka mengembangkan dua proyek perumahan dan satu properti komersial sekaligus yakni Citra Garden Pekanbaru, Citra Land Pekanbaru, dan Mal Ciputra Seraya Pekanbaru.

Bahkan, tahun 2016 mendatang Ciputra akan menambah portofolio bisnisnya dengan membangun Ciputra Business Park.

Menurut Kepala Divisi Teknik dan Perencanaan Ciputra Group, Yanuar Andhika, potensi kota Pekanbaru luar biasa besar. Faktor urbanisasi dan aktivitas bisnis perdagangan komoditas dan hasil bumi turut memantik geliat kota ini menjadi semakin dinamis.

“Pasar terus menguat. Ini ditandai dengan tingkat permintaan hunian, dan properti komersial yang kian meningkat dari tahun ke tahun,” ungkap Andhika.

Dia mencontohkan, hunian premium serentang Rp 2 miliar hingga Rp 3,5 miliar dengan luas bangunan sekitar 200 meter persegi di Citra Land Pekanbaru, laku keras. Demikian halnya rumah seharga Rp 1,2 miliar-Rp 2 miliar seluas 100 meter persegi hingga 150 meter persegi, terserap maksimal.

“Orang Pekanbaru sangat royal membelanjakan uangnya. Mereka tak segan membeli rumah-rumah premium ini dengan cara tunai keras. Mereka berasal dari dalam kota, dan juga kaum urban serta investor yang berbisnis di sini,” urai Andhika.

Hal senada dikemukakan Direktur Keuangan Basko Group, Erjoni Suwikar. Menurutnya Pekanbaru bakal menyaingi Medan.

“Saat ini Medan memang paling maju, dan Pekanbaru masih mengekor. Namun, dalam waktu tiga hingga lima tahun lagi, Pekanbaru akan mampu bersaing dengan Medan. Hal ini dibuktikan dengan masuknya pengembang-pengembang besar skala Nasional,” jelas Direktur Keuangan Basko Group, Erjoni.

Dalam catatan Kompas.com, tak kurang dari enam pengembangan properti multifungsi (mixed use project) yang merangkum hotel, apartemen, pusat belanja, dan pusat konvensi. Keenam proyek tersebut adalah Green City Pekanbaru, Sentra Komersial Arengka, Riau Town Square, Sadira Plaza dan Tangram Hotel, Pekanbaru Park, dan The Peak.