Legenda Batik Solo Nyaris Musnah Dilalap Si Jago Merah

Big Banner

SOLO, KOMPAS.com – Api yang melalap Pasar Klewer, Kota Solo, Jawa Tengah, sejak pukul 20.00 WIB, Sabtu (27/12/2014), hingga saat ini belum sepenuhnya dapat dikendalikan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo.

Menurut Adjie Setiadji Arif, warga yang menyaksikan kebakaran tersebut, api yang membakar bagian barat Pasar Klewer, masih berkobar. Meski demikian, Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo dapat melokalisasi kobaran api hingga tidak lagi menyebar ke bagian lain Pasar Klewer.

“Saya lihat api mulai berangsur dapat dilokalisasi. Petugas Damkar bekerja keras memadamkan api yang berkobar di bagian barat pasar,” tutur Adjie.

“Petugas Damkar masih hilir mudik menerobos kerumunan warga yang menonton kebakaran di tengah kondisi gerimis. Hingga pukul 22.45 api belum padam,” tambah Muhammad Nasir, warga Solo yang juga berada di tempat kejadian kepada Kompas.com, Sabtu (27/12/2014).

Akibat kebakaran tersebut, kondisi lalu lintas di depan dan sekitar Pasar Klewer macet total. Arus lalu lintas dialihkan dari Jl Slamet Riyadi ke jalur-jalur di sekitarnya.

Pasar Klewer merupakan pasar batik terbesar di Jawa Tengah. Mulai berkembang sejak zaman penjajahan Jepang kurun 1942-1945, sebelum direnovasi menjadi bangunan pasar modern dan diresmikan pada tahun 1970.

Pasar ini sangat melegenda dan popularitasnya hingga ke mancanegara. Lokasinya yang bersebelahan dengan Keraton Surakarta, menjadikan Pasar Klewer sebagai destinasi wisata sekaligus salah satu simbol Kota Solo.

Dalam perjalanan sejarahnya kemudian Pasar Klewer menjadi rujukan para pedagang di Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Betapa tidak, pasar ini memiliki kapasitas 2.064 unit kios dan dapat menampung lebih dari 1.500 pedagang.

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me