Proyek 2014 Masih Ada Yang Tertunda, Saham CTRA Dalam Pusaran Sideways

Big Banner

PT Ciputra Development Tbk (CTRA)  optimis untuk mengerjakan proyek-proyek barunya di tahun 2015, pasalnya sepanjang kuartal terakhir tahun ini penjualan propertynya cukup mendongkrak pendapatan perusahaan tersebut. CTRA melihat kinerja marketing salesnya pada kuartal tersebut didukung sikap perbankan yang tidak menaikkan bunga KPRnya di tengah tingginya BI rate.

Untuk proyek baru di tahun 2015 CTRA menargetkan akan mengerjakan 15-20 proyek baru yang 6 dari proyek  tersebut proyek yang tertunda di tahun 2014.  Optimisnya CTRA masuki tahun 2015 dapat juga dilihat dari pemangkasan yang tidak signifikan terhadap target marketing salesnya, pekan lalu diberitakan bahwa CTRA menurunkan target marketing sales 8% menjadi Rp 8,5 triliun dari target semula Rp 9,2 triliun.

Awal tahun ini CTRA menargetkan marketing sales 2014 sebesar Rp 10 triliun. Kemudian, perseroan memangkas target 8% menjadi Rp 9,2 triliun sebelum kembali menurunkan target ke Rp 8,5 triliun. Untuk capex tahun 2015, CTRA menganggarkan  sekitar Rp1,2 triliun – Rp2 triliun yang bersumber dari kas internal dan pinjaman perbankan, dengan porsi berimbang.

Secara fundamental jika dilihat dari kinerja keuangan sepanjang Januari-September 2014, CTRA meraih peningkatan pendapatan sebesar 9,32% menjadi Rp4,22 triliun dari raihan sebelumnya sebesar Rp3,86 triliun. Peningkatan pendapatan tersebut mendongkrak laba bersih untuk tumbuh 25,50% menjadi Rp882,24 miliar, dari raihan sebesar Rp702,96 miliar di kuartal III-2013.

Beban pokok penjualan perusahaan properti besutan Ciputra mengalami peningkatan tipis menjadi Rp2,01 triliun. Sehingga, laba kotor perseroan naik 19,02% menjadi Rp2,19 triliun dari perolehan sembilan bulan di 2013 sebesar Rp1,84 triliun. Sedangkan posisi total aset perseroan meningkat 10,69% menjadi Rp22,26 triliun dari raihan Rp20,11 triliun di kuartal III-2013. Adapun posisi laba bersih per lembar saham tumbuh 25,43% menjadi Rp58,2 per lembar saham, dari posisi sebelumnya Rp46,4 per lembar saham.

Jika dilihat perdagangan sahamnya  akhir perdagangan tahun ini (30/12), saham CTRA  dibuka pada level 1,255  dalam kisaran 1,260.00 – 1,240 dengan volume perdagangan saham CTRA mencapai 5,8 juta lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal harga saham CTRA sejak 2 pekan terkahir  terlihat  dalam pusaran sideways, dengan pergerakan indikator MA bergerak lurus sejajar bolinger band bawah. Selain itu indikator stochastic masih  bergerak di area jenuh jual.

Sementara indikator ADX terpantau bergerak turun  didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan CTRA dalam konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju CTRA masih akan menguat terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan CTRA. Saat ini level support berada pada Rp 1215  hingga resistance Rp 1270.

 

 

Joel/Journalist/VM/VBN
Editor: Jul Allens

 

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) kembali memangkas target marketing sales akhir tahun ini. CTRA menurunkan target marketing sales 8% menjadi Rp 8,5 triliun dari target semula Rp 9,2 triliun. Awal tahun ini CTRA menargetkan marketing sales 2014 sebesar Rp 10 triliun. Kemudian, perseroan memangkas target 8% menjadi Rp 9,2 triliun sebelum kembali menurunkan target ke Rp 8,5 triliun.

Hingga Oktober 2014, marketing sales CTRA tercatat Rp 6,5 triliun atau 71% dari target awal Rp 9,2 triliun.  Salah satu proyek yang memiliki kontribusi siginifikan terhadap marketing sales CTRA yakni apartemen Citra Garden City di Jakarta Barat.  Di kawasan tersebut CTRA telah meuncurkan 1 tower apartemen yang terdiri dari 200 unit kamar.

Sepanjang Januari-September 2014, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) meraih peningkatan pendapatan sebesar 9,32% menjadi Rp4,22 triliun dari raihan sebelumnya sebesar Rp3,86 triliun. Peningkatan pendapatan tersebut mendongkrak laba bersih untuk tumbuh 25,50% menjadi Rp882,24 miliar, dari raihan sebesar Rp702,96 miliar di kuartal III-2013.

Beban pokok penjualan perusahaan properti besutan Ciputra mengalami peningkatan tipis menjadi Rp2,01 triliun. Sehingga, laba kotor perseroan naik 19,02% menjadi Rp2,19 triliun dari perolehan sembilan bulan di 2013 sebesar Rp1,84 triliun. Sedangkan posisi total aset perseroan meningkat 10,69% menjadi Rp22,26 triliun dari raihan Rp20,11 triliun di kuartal III-2013. Adapun posisi laba bersih per lembar saham tumbuh 25,43% menjadi Rp58,2 per lembar saham, dari posisi sebelumnya Rp46,4 per lembar saham.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Rabu (17/12/14), saham CTRA  dibuka pada level 1,200 dan ditutup level 1220 dalam kisaran 1,165.00 – 1,215 dengan volume perdagangan saham CTRA mencapai 8,7 juta lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal harga saham CTRA sejak awal bulan Oktober terlihat terus mengalami pergerakan penguatan setelah mendapatkan momentum rebound. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan CTRA dalam konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju CTRA masih akan menguat terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan CTRA. Saat ini level support berada pada Rp950 hingga resistance Rp 1300.

 

 

Regi Fachriansyah / Equity Analyst at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me