RI Kekurangan 15 Juta Rumah, di Tiongkok 10 Juta Apartemen Tak Berpenghuni

Big Banner

Beijing -Tiongkok mengalami kelebihan pasokan hunian, meski merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia, ada 10,2 juta unit apartemen di Tiongkok kosong tak berpenghuni. Kondisi berlawanan justru terjadi di Indonesia.

Menurut Credit Lyonnais Securities Asia Ltd (CLSA), angka tersebut bisa terus naik 3 sampai 4 juta setiap tahunnya seperti dikutip China Daily, Minggu (20/7/2014).

Jika estimasi ini akurat, berarti persentase tingkat kekosongannya 15% tahun lalu, lebih besar 5% dari apa yang terjadi di Amerika Serikat. CLSA menyebut, persentase ini berbeda-beda di setiap kota di Tiongkok.

Di kota kelas pertama di Tiongkok, yaitu Beijing dan Shanghai saja, persentase tingkat kekosongan hunian mencapai 10%. Di kelas kedua dan ketiga kota di negara ini sebesar 16%. Di Orgos, pedalaman Mongolia, kerap kai disebut “kota hantu”, tingkat kekosongannya paling tinggi yaitu 23%.

Pastinya, jumlah tingkat kekosongan rumah seoalah tebak-tebakan, karena otoritas statistik tidak memberikan gambaran pasti.

Penyebab dari tingkat kekosongan yang tinggi di Tiongkok adalah karena over supply atau kelebihan pasokan rumah. Selain itu terjadi fenomena bubble, lonjakan harga yang tak umum di pasar properti di Negeri Tirai Bambu ini beberapa tahun terakhir, dan seketika harganya anjlok.

Menurut biro statistik Tiongkok, dari 70 kota besar di China, 55 kota di antaranya tercatat mengalami penurunan harga yang signifikan, atau lebih tinggi dibandingkan pada Mei yang hanya 35 kota.Next

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me