Capaian Marketing Sales 2014 Sedikit Dibawah Target, Laju Saham DILD Diuji Batas Support

Big Banner

PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan penjualan atau marketing sales tahun 2014 sebesar Rp 2,54 triliun atau naik 15,4% dibandingkan dengan tahun 2013 meskipun begitu, raihan yang dicapai DILD tersebut tidak mencapai targer perseroan di tahun 2014 yakni sebesar Rp 2,8 triliun. 

Adapun marketing sales DILD didukung oleh penjualan proyek pengembangan dan pendapatan berkelanjutan atau recurring income. Penjualan pengembangan memberi kontribusi 90% atau sebesar Rp 2,36 triliun. Sisanya dari recurring Income sebesar Rp 178 miliar atau 7%.

Kontribusi marketing sales didominasi segmen pengembangan superblok dan kawasan terpadu  sebesar  Rp 1,2 triliun atau sekitar 47%. Segmen Pengembangan residential berkontribusi 36% atau sebesar Rp 909 miliar, segmen pengembangan kawasan industri sebesar Rp 257 miliar atau 10 % dan segmen properti investasi  Rp 178 miliar atau 7%.

Sepanjang kuartal III/2014 DILD membukukan kinerja yang mengesankan yang telah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 43,5% menjadi Rp300 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp209,2 miliar. Sementara itu, laba usaha naik 24% secara year-on-year (YoY) ke posisi Rp436,2 miliar.

Revenue DILD selama sembilan bulan pertama 2014 tercatat sebesar Rp1,3 triliun, lebih tinggi 24,8% dari posisi periode yang sama setahun sebelumnya. Segmen pengembangan residensial menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp456,3 miliar, setara dengan 35% dari total pendapatan.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Rabu (14/1/15), saham DILD dibuka pada level 625 dalam kisaran 615 – 630 dengan volume perdagangan saham DILD mencapai 19,6 juta lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham DILD sejak awal bulan Oktober terlihat terus mengalami penguatan tajam dan sempat menembus level resistance imbas baiknya laporan kinerja kuartal III 2014, namun saat ini telah terlihat bergerak dalam potensi koreksi, terpantau indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band tengah. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.

 Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan DILD dalam pusaran sideways. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju DILD masih akan tertekan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan DILD. Saat ini level support berada pada Rp550 hingga resistance Rp650.

 

 

Regi Fachriansyah / Equity Analyst at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me