Singapura Masih Alami Deflasi, Ongkos Transport dan Sewa Apartemen Turun

Big Banner

Turunnya  biaya transportasi di Singapura sebulan terakhir menunjukkan negara tersebut masih alami deflasi untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Desember 2014, yang terlihat dari indeks harga konsumen (IHK) negeri tersebut ada  di area yang negatif, menurut angka yang dirilis oleh Departemen Statistik hari Jumat (23/01).

Dari data yang didapat dari web resmi kantor statistik Singapura  tersebut,  indeks harga konsumen Singapura untuk bulan terakhir tahun lalu ini menurun ke posisi -0.2 persen bulan lalu yang merayap naik sedikit menjadi  -0.3 persen pada bulan November. Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga tarnsportasi pasca  fluktuasi premi Sertifikat mobil Karyawan (COE) seperti yang disebutkan oleh , Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Departemen Perdagangan dan industri (MTI) bersama dalam waktu yang berbeda dengan dirilisnya data CPI atau indeks harga konsumen negara ini.

Dari penjelasan data inflasi Singapura bulan ini  sangat dipengaruhi dengan turunnya biaya akomodasi 1,4 persen, yang memperpanjang 1,2 persen penurunan pada bulan sebelumnya pasca menurunnya biaya sewa perumahan. Inflasi sektor jasa naik 1,4 persen, yang tidak berubah dari bulan sebelumnya ditengah  peningkatan tajam dalam biaya jasa telekomunikasi.  

Sementara itu, harga makanan naik 2,9 persen per tahun dan harga konsumen inti yang tidak termasuk biaya akomodasi dan transportasi jalan pribadi, naik 1,5 persen tahun-ke-tahun pada bulan Desember. Dan secara basis bulanan harga konsumen turun 0,2 persen pada bulan Desember, tingkat yang sama seperti pada bulan November. Namun sepanjang tahun 2014, inflasi inti naik tipis menjadi 1,9 persen dari 1,7 persen pada tahun 2013.

 
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
image: wikimedia

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me