Cirebon Utamakan Perbaikan Infrastruktur

Big Banner
Salah satu sudut Kota Cirebon

Salah satu sudut Kota Cirebon

INFRASTRUKTUR-Kota Cirebon adalah sebuah kota transit yang memiliki fungsi sebagai kota pelabuhan, kota industri, kota perdagangan, kota budaya, dan kota pariwisata. Sebagai salah satu pusat pengembangan di wilayah Jawa Barat, kota Cirebon memiliki pengaruhnya meliputi kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Secara geografis, Kota Cirebon terletak didaerah pantai Utara Provinsi Jawa Barat bagian timur. Kota Cirebon memiliki ketinggian rata-rata 5 meter dari permukaan laut. Sehingga wilayahnya merupakan dataran rendah.

Luas wilayah Kota Cirebon sebesar ± 37 kilometer persegi dengan rincian macam penggunaan tanah sebesar 32 % untuk permukiman, sebesar 38 % untuk pertanian dan perkebunan (agrikultur) serta sisanya 30 % dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pendukung kegiatan perdagangan dan jasa.

Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi, mengatakan butuh kerja keras untk membuat kabupaten Cirebon lebih baik. “Pembangunan selain memerlukan dana juga membutuhkan Perencanaan Matang,”jelasnya.

Perbaikan dan peningkatan jalan menjadi salah satu prioritas dalam program kerja Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi. “Pembangunan utama kami berupa perbaikan infrastruktur, saya akan melakukan pemantauan langsung ke wilayah timur. karena kawasan tersebut ketinggalan dibanding daerah lain,” jelas Sunjaya.

guna mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Cirebon sendiri telah menyiapkan dana sekitar Rp 665 juta untuk stimulasi pembangunan infrastruktur desa berprestasi tahun ini.

Dana tersebut dialokasikan sebagai tambahan hadiah bagi pemenang Lomba Desa 2014. Langkah tersebut juga merupakan perwujudan janji Sunjaya yang akan mempercepat perbaikan infrastruktur di tahun pertamanya menjabat bupati.

Menurut Sunjaya, Undang-undang No. 6 Tahun 20144 tentang Desa sudah jelas menyebutkan bahwa desa saat ini menjadi ujung tombak percepatan pembangunan nasional.

Pemerintah pusat pun dinilai wajar jika ke depan akan memberikan alokasi dana sampai Rp 1 miliar untuk setiap desa, langsung dari anggaran pendapatan dan belanja nasional.

Sebagai perpanjangan pusat, kata Sunjaya, Pemkab Cirebon pun tidak tinggal diam dan ikut merangsang desa-desa di wilayahnya agar lebih termotivasi untuk mempercepat pembangunan dan mengejar ketertinggalan.

Salah satunya dengan menambahkan dana stimulan pembangunan bagi desa yang masuk dalam jajaran 12 besar Lomba Desa tingkat Kabupaten Cirebon.

Sunjaya menjelaskan, hadiah Lomba Desa Tahun ini memang tak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya di mana sang juara akan mendapatkan Rp 50 juta. Namun di samping itu, juaranya juga akan mendapatkan dana stimulan pembangunan sebeasr Rp 250 juta.

Begitu pula dengan peringkat ke-2 akan mendapatkan stimulan Rp 100 juta, peringkat ke-3 Rp 75 juta, peringkat ke-4 Rp 50 juta, peringkat ke-5 Rp 40 juta, peringkat ke-6 Rp 30 juta dan peringkat ke-7 sampai ke-12 masing-masing mendapat stimulan Rp 20 juta.

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arif Natadiningrat, belum lama ini mengatakan, pemerintah pusat pun mulai melirik Cirebon sebagai daerah alternatif untuk kawasan industri. Pemerintah sudah menyusun Master Plan Pengembangan Wilayah Jabar Bagian Timur, termasuk wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), Sumedang, dan Ciamis. Pihaknya meyakini kawasan Kota Metropolis Ciayumajakuning bisa terwujud dalam dua tahun ke depan. Salah satunya dengan didahului selesainya pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) pada 2016.

Menurutnya, Cirebon mempunyai infrastruktur yang lengkap untuk kawasan industri. Di Cirebon terdapat pelabuhan, jalan tol yang menghubungkan Jakarta dan Jawa Tengah, bandara, stasiun logistik, serta kereta double track di jalur pantai utara Jawa (Pantura).

Cirebon juga menjadi titik temu beberapa daerah, baik di Jawa Barat maupun titik temu dengan Jawa Tengah. Di lokasi sekitar Cirebon juga terdapat infrstruktur pendukung untuk pembangunan kawasan industri. Di Sumedang, terdapat bendungan Jatigede, sementara di Indramayu akan dibangun pelabuhan batubara.

Akses ke Cirebon kian mudah. Menurut rencana PT. Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun jalur kereta Cirebon – Bandung. “Jalur shortcut ini melewati Bungur. Jadi kereta api tidak perlu lewat Cikampek,” ujarnya.

Kini, di Cirebon Utara, akan dibangun kawasan industri seluas 2.000 hektar (ha). Di sekeliling Cirebon seperti Majalengka, Indramayu, dan Losari juga akan dibangun daerah industri. Agar masyarakat lokal tidak menjadi penonton, Sultan Arif berharap pemerintah menyiapkan lembaga pendidikan untuk membantu warga menjadi tenaga kerja siap pakai.

Menurutnya sektor industri jasa dan manufaktur seperti batik, rotan, makanan olahan, dan perdagangan, terpusat di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, bola yang diekspor ke Eropa dan Afrika Selatan adalah komoditas unggulan Kabupaten Majalengka, sedangkan Kabupaten Indramayu penghasil minyak dan gas yang dikelola PT Pertamina.

h3>Artikel Terkait

propertynbank.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me