SMF Segera Terbitkan Efek Beragun Surat Partisipasi

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan segera menerbitkan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP). Instrumen EBA hasil transaksi sekuritisasi tagihan kredit pemilikan rumah (KPR) selaras dengan ketentuan Peraturan Presiden 19/2005 yang disempurnakan melalui Peraturan Presiden 1/2008.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertegas posisi SMF melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 23/POJK.04/2014 tentang Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) dalam rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan.

Menurut Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Raharjo Adisusanto, EBA-SP bisa mendukung pembangunan rumah di Indonesia melalui penyediaan dana.

“PT SMF (Persero) berperan sebagai penyedia dana 25 persen porsi bank penyalur FLPP hingga akhir Desember 2014 mencapai Rp 3 triliun. Dana ini membiayai sekitar 70.188 debitur,” kata Raharjo di Gedung Graha Niaga di Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Raharjo menambahkan, berlakunya POJK EBA-SP ini bisa meningkatkan pertumbuhan volume KPR di Indonesia. Lewat sekuritisasi, dana jangka panjang dari pasar modal, kegiatan pembiayaan perumahan bisa terjamin.

Sementara itu, menurut Wakil Menteri Indonesia Mardiasmo penerbitan EBA-SP ini merupakan wujud dukungan untuk investasi baru bagi investor pasar modal. “Saya berharap dengan penerbitan EBA-SP ini dapat menjunjung pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia,” kata dia.

Mardiasmo melanjutkan, melalui penerbitan EBA-SP, backlog (kekurangan hunian) secara efektif akan teratasi. Seperti diketahui, tiap tahunnya kebutuhan rumah di Indonesia berkisar 800.000-1 juta unit rumah.

“Sedangkan, kemampuan pemerintah dari APBN hanya 100.000-200.000 unit,” imbuh Mardiasmo.

Selain itu, dia juga berharap penerbitan EBA-SP ini dapat menarik minat para pemilik modal. Ke depannya, pasar modal Indonesia menjadi lebih likuid dan tahan goncangan.

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me