Yen Terjerembab, Investasi Asing Melonjak

Big Banner

KOMPAS.com –Investasi asing langsung ke Jepang meningkat lebih dari dua kali lipat tahun 2014. Nilai tukar Yen jepang yang murah membuat properti dan aset lainnya lebih menarik bagi pembeli dari Asia dan Amerika Serikat.

Investasi masuk tercatat naik 181 persen menjadi 8,4 miliar dollar AS. Menurut data Kementerian Keuangan Jepang yang dirilis di Tokyo, Senin (09/02/2015), jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2009. Asia menyumbang 54 persen sedangkan Amerika Serikat 47 persen. Ada pun arus keluar berasal dari investor Eropa.

Jatuhnya harga yen pada kebijakan reflasi Perdana Menteri Shinzo Abe memberikan peluang investasi asing, meskipun berpotensi meningkatkan impor dan biaya energi. Abe menargetkan menggandakan saham investasi langsung milik asing di negara pada tahun 2020 menjadi 35 triliun yen.

Selain itu, dia juga berencana menurunkan pajak penghasilan perusahaan hingga 3,2 persen untuk membuat Jepang lebih menarik bagi bisnis. Aturan ini akan berlaku pada dua tahun fiskal berikutnya.

“Pelemahan yen membuat properti Jepang lebih murah bagi pembeli asing. Investasi properti  mungkin akan menjadi lebih aktif ketika mendekati Olimpiade 2020,” ujar ekonom Japan Research Institute, Kaori Iwasaki.

Menurut Iwasaki, perusahaan mulai menyiapkan kantor di Jepang untuk membeli real estat dan aset lainnya. Investasi masuk dari Asia untuk Jepang terus mengalami pertumbuhan, terutama dari Singapura.

Hal senada dikemukakan ekonom Daiwa Institute of Research Jepang, Kanda. Dia mengatakan, melemahnya nilai Yen dan retribusi perusahaan yang lebih rendah dapat menarik lebih banyak investasi asing.

“Hal tersebut bertujuan untuk melakukan retribusi akhir di bawah 30 persen, setara dengan Jerman. Satu persen poin pemotongan tarif pajak penghasilan perusahaan yang efektif di Jepang akan meningkatkan investasi asing langsung sebesar 3,5 persen,” ujar Kanda.

Pertumbuhan properti

Salah satu investor asing yang masuk Jepang adalah perusahaan fiskal Singapura, GIC Pte. Mereka membeli bangunan di sebelah Stasiun Tokyo pada bulan Oktober seiring prediksi nilai properti kaasan itu bakal melesat. GIC sendiri membayar 1,7 miliar dollar AS untuk properti tersebut.

Nama besar lainnya adalah Blackstone Group LP yang membeli hunian milik GE Japan Corp dengan harga lebih dari 190 miliar yen. Pembelian ini sekaligus memperluas kepemilikan apartemen Blackstone di Jepang.

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me