Permintaan Turun, Harga Rumah Segmen Atas di 4 Kota Ini Tetap Naik

Big Banner

Surabaya -Harga properti Residensial atau hunian di 4 kota di Jawa Timur (Jatim) pada triwulan I-2014 mengalami kenaikan harga rata-rata 4,26% dibandingkan triwulan sebelumnya. Padahal secara permintaan, terjadi penurunan permintaan untuk beberapa segmen.

Kenaikan harga dipengaruhi harga bahan bangunan, kenaikan upah kerja dan tingginya biaya perizinan. Keempat kota itu antara lain Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IV Jawa Timur Dwi Pranoto, berdasarkan tipe, kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe besar (5,8%), disusul oleh tipe menengah (5,2%) dan tipe kecil (1,4%).

“Kenaikan ini berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) dan responden juga menyatakan upaya pengembang untuk memberikan penambahan fasilitas umum yang memadai juga menjadi alasan kenaikan harga yang ditawarkan,” kata Dwi dalam rilis yang diterima detikFinance, Senin (19/5/2014).

BI juga mencatat penurunan volume permintaan pembelian properti residensial untuk rumah tipe menengah dan tipe besar yang masing-masing turun 7,3% dan 13,8%. “Sebaliknya, penjualan rumah untuk tipe kecil justru meningkat hingga 15,4% dibandingkan triwulan IV-2013,” imbuhnya.

Selain beberapa faktor, turunnya permintaan rumah tipe menengah dan besar juga disebabkan naiknya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sejak triwulan I-2013 mulai meningkat, menyesuaikan kenaikan suku bunga acuan.

“Besaran suku bunga diyakini menjadi salah satu pertimbangan konsumen, mengingat sumber pembiayaan pembelian rumah saat ini lebih banyak didominasi oleh KPR,” ungkap Dwi.Next

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me