Matahari Itu Terbit di Koridor Timur Jakarta

Big Banner

CIKARANG, KOMPAS.com – “Harga lahan dan properti di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat itu under priced. Masih di bawah harga pasar, sekitar Rp 3 juta per meter persegi. Padahal pertumbuhannya demikian pesat. Banyak perusahaan dengan jumlah ekspatriat ribuan yang menjadikan Cikarang sebagai kawasan internasional”.

Direktur PT Jababeka Tbk., Sutedja Sidarta Darmono, mengungkapkan kondisi aktual kawasan yang merupakan bagian dari koridor timur Jakarta tersebut kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2015).

Menurut Sutedja, tahbis sebagai kawasan internasional bukan gagah-gagahan. Melainkan didukung sejumlah fasilitas berstandard tinggi, mulai dari kawasan industri sebagai basis ekonomi, infrastruktur jalan (tol, arteri, lingkungan), hingga infrastruktur transportasi seperti Cikarang Dry Port Railway and Emplacement, dan Stasiun Cikarang.

Sutedja memprediksi, posisi Cikarang bakal sangat vital karena didukung oleh rencana pembangunan dua infrastruktur strategis, yaitu Karawang International Airport, dan Cilamaya Deep New Port, serta proyek Double-Double Track Manggarai-Cikarang yang akan beroperasi 2016.

Selain itu, terdapat lebih dari 1.600 industri yang berasal dari 30 negara yang beroperasi di Kawasan Industri Jababeka. Belum lagi yang membuka pabrik di Delta Silicon, dan East Jakarta Industrial Park (EJIP), MM2100, dan Greenland International Industrial Center (GICC) Kota Deltamas.

“Dengan banyaknya industri yang beroperasi, menstimulasi pertumbuhan tingkat permintaan properti seperti perumahan, kos-kosan, kondotel, apartemen, pusat belanja, kantor, dan hotel. Kebutuhan tinggi, pasokan terbatas, namun potensial. Ini kawasan sunrise,” tuturnya.

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk., Meow Chong Loh, berpendapat senada. Menurutnya, koridor timur Jakarta telah menjadi destinasi investasi perusahaan besar skala internasional. Cikarang diminati oleh nama-nama raksasa macam Toyota, Honda, Hyundai, Hankook, Danone, Coca Cola, Bridgestone, dan lain-lain dalam bentuk industri manufaktur.

Itulah mengapa, lanjut Chong Loh, Lippo membesut pengembangan proyek baru skala kota, Orange County di Cikarang. Pasalnya, selain sebagai destinasi investasi perusahaan multinasional, Cikarang juga merupakan center hub di koridor timur Jakarta.

“Kawasan Cikarang telah menjadi pintu gerbang ekonomi Pulau Jawa dan Indonesia bagian barat. Basis ekonominya kuat yaitu kawasan industri,” jelas Chong Loh.

Megakonstruksi Orange County dirancang memiliki luas bangunan 16,5 juta meter persegi. Dari total 322 hektar, seluas 82,3 hektar di antaranya akan dialokasikan sebagai area komersial Lippo CBD. Tahap pertama pembangunan di area komersial ini mencapai 19,5 hektar.

Sementara PT Jababeka Tbk., menurut Sutedja, akan mengembangkan proyek-proyek organik seperti klaster-klaster baru hunian, klaster-klaster baru komersial, dan beberapa fasilitas penunjang.

“Untuk tahun ini, kami berkonsentrasi pada proyek-proyek besar seperti Senior Living @ D’Khayangan, apartemen New Elvis Tower, dan megaproyek multifungsi Plaza Indonesia Jababeka di atas lahan seluas 12 hektar,” ungkap Sutedja.

Pembangunan Plaza Indonesia Jababeka, akan dimulai pada Juni 2015. PT Jababeka Tbk., menggandeng PT Plaza Indonesia Realty Tbk melalui kerjasama patungan modal (joint venture) masing-masing 30 persen dan 70 persen dalam bendera PT Plaza Indonesia Jababeka.

“Di dalam megaproyek multifungsi tersebut akan dibangun dua hotel bintang lima dengan Hyatt Hotel Corporation dan Sheraton (Starwood) sebagai operatornya, apartemen, hotel, dan pusat belanja yang masuk dalam tahap pertama. Sementara perkantoran masuk dalam pengembangan tahap akhir,” jelas Direktur PT Plaza Indonesia Realty Tbk., Lucy Suyanto.

“Real demand”

Menurut Sutedja, permintaan properti di Cikarang yang terus menguat tidak hanya dipicu oleh agresifnya para investor yang berburu rente, melainkan juga end user. Komposisinya sekarang sama-sama kuat yakni 50:50.

“Jadi, saat ini real demand (permintaan nyata) betul-betul menggeser peta permintaan properti Cikarang. Meskipun investor tak kalah banyak, karena mereka mengharapkan gain dan imbal hasil yang tinggi,” tandas Sutedja.

Hal itu terbukti pada penjualan New Elvis Tower yang dipasarkan pada 10 Februari 2015 sebanyak 256 unit. Seluruhnya telah ludes terjual, masing-masing 128 unit yang dioperasikan sebagai kondominium hotel yang diminati investor, 128 lain sisanya dijual kepada publik dengan harga perdana Rp 375 juta yang diminati end user.

Dia melanjutkan, menguatnya permintaan juga bisa dilihat dari kebutuhan dormitori atau unit-unit kos mahasiswa yang belajar di President University yang setiap tahun sebanyak 2.000 unit. Sementara jumlah dormitori yang bisa dipenuhi kurang dari setengahnya. Belum lagi kebutuhan yang berasal dari 10.000 ekspatriat.

“Dengan hasil penjualan sempurna seperti itu, tak heran jika pertumbuhan harganya bisa mencapai 20 persen hingga 30 persen per tahun,” sebut Sutedja.

Tingginya permintaan hunian, diamini CMO Lippo Homes, Jopy Rusli. Dua menara pertama Orange County yang dipasarkan beberapa waktu lalu yakni Irvine Suites dan Westwood Suites, seluruhnya habis terjual dengan pendapatan penjualan masing-masing Rp 800 miliar.

Menara kondominium selanjutnya yang akan diluncurkan hari ini adalah Pasadena Suites. “Fiturnya bertambah dari dua menara sebelumnya. Jika yang sebelumnya ada bay window, sekarang tambah balcony,” ujar Jopy.