Ekspatriat Dongkrak Nilai dan Prestise Apartemen

Big Banner

CIKARANG, KOMPAS.com – Sudah menjadi rahasia publik bila pengembang yang menggarap kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, mengincar pasar ekspatriat.

Pasalnya, di Cikarang, terdapat 2.000 perusahaan yang mengoperasikan pabrik di kawasan-kawasan industri macam kawasan industri Jababeka, Delta Silicon, East Jakarta Industrial Park, MM2100 atai Greenland International Industrial Center.

Ribuan perusahaan tersebut tak hanya mempekerjaan karyawan lokal, melainkan juga para ekspatriat. Hingga 2014, jumlah ekspatriat yang bekerja di kawasan Cikarang sudah menyentuh angka 10.000 orang. Mereka adalah ekspatriat asal Korea, Jepang, Thailand, Taiwan, dan negara-negara Asia lainnya.

Tentu saja, ribuan ekspatriat tersebut memantik minat pengembang macam PT Graha Puji Propertindo yang menggarap Green Palace, PT Lippo Cikarang Tbk yang membangun Apartemen Trivium Terrace, dan ISPI Group dengan Cifest Residences.

Proyek-proyek tersebut memang dibangun dengan sasaran ekspatriat. Pasalnya, para ekspatriat tersebut dibekali dengan dompet tebal selama bekerja di Indonesia. Selain itu, mereka juga mendapat program kepemilikan rumah atau home ownership program  (HOP).

Direksi PT IMS Group Muljadi Suhardi mengatakan selain royal, para ekspatriat yang tinggal di apartemen, bisa mendongkrak kelas dan nilai hunian tersebut. “Kalau ekspatriat yang menempati, kelas apartemen akan naik, karena mereka tahu cara merawat,” ujar pria yang akrab disapa Kokon tersebut kepada Kompas.com, di Cikarang, Sabtu (28/2/2015).

Para ekspatriat ini, lanjut Kokon, dari negara asalnya sudah terbiasa tinggal di apartemen sehingga mereka lebih tahu cara menjaga apartemen. Saat bekerja di Indonesia, mereka tidak berpikir panjang untuk mencari apartemen dengan unit luas dan mewah.

“Mereka bekerja di Indonesia itu semua dibayar kantor, makan, transportasi, dan tempat tinggal. Justru kalau mereka pilih unit yang kecil, mereka rugi,” jelas Kokon.

Tambah tipe mewah

Semakin gurihnya pangsa pasar ekspatriat, mendorong PT Menara Pelangi untuk menambah tipe baru yang dikhususnya bagi kelas ekspatriat pada proyek terbarunya, Mustika Golf Residence di Cikarang.

“Ini untuk menjaring ekspatriat yang lebih atas. Mereka tidak pusing membayar karena dibayarin sama kantornya,” ujar Direktur Utama PT Menara Pelangi, David Sudjana.

Tipe tambahan ini dinamakan Royal Suites dengan ukuran 48 meter persegi. Royal Suites berada  di dua lantai tertinggi dan memiliki fasilitas sky garden. Jumlah unit yang tersedia sebanyak 50 apartemen.

“Luasnya lebih besar dan mewah dari unit-unit yang lain. Kami mengakomodasi para ekspatriat. Ekspatriat ini kan tergantung golongan. Kalau golongan lebih tinggi, biasanya mereka cari unit yang lebih luas,” jelas David.

Selain Royal Suites, pilihan unit yang tersedia adalah tipe studio, satu kamar tidur, dua kamar tidur, Junior Suites, dan Corner Suites. Masing-masing berukuran 24 meter persegi, 35 meter persegi, 44 meter persegi, dan 46 meter persegi. Harganya, mulai dari Rp 400 juta.

David, optimistis keseluruh unitnya yang berjumlah 520 unit, akan segera terjual pada tahun ini. Semenjak diluncurkan Agustus 2014 silam, sekitar 65 persen unit sudah terjual atau 338 unit.

“Ini artinya masyarakat percaya,” kata Komisaris Utama Mustika Land Group Andrian Sudjana.

Mustika Golf Residence sendiri, terletak di kawasan Jalan Arifin C Noor, Kavling A. 3A, Jababeka City, Cikarang. Lokasi ini terintegrasi dengan kawasan bisnis, komersial dan residensial. Kawasan ini diapit empat pintu tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Cibatu, dan Cikarang Pusat.

PT Mustika Land membangun proyek senilai Rp 205 miliar tersebut di lahan seluas 4.800 meter persegi milik Jababeka. Lahan ini dibeli dengan harga Rp 5 juta Rp 6 juta meter persegi pada 2012 lalu.

Mustika Golf Residences yang nantinya dikelola oleh Colliers International ini, akan dibangun setinggi 15 lantai dengan tambahan tiga lantai yang dipersiapkan sebagai area parkir.

Akhir Agustus lalu, PT Mustika Land telah melakukan prosesi pemasangan tiang pancang. Tahap pemancangan direncanakan akan rampung pada akhir Maret 2015. “Penyelesaian pembangunan masih sesuai target, yaitu semester II tahun 2016 mendatang,” jelas David.