Demi Bisnis Properti, Camat dan Kades Ini Korupsi Uang APBD

Big Banner

Kasus korupsi pemimpin daerah kembali terjadi. Kali ini Camat Cimerak berinisial TR dan mantan Kepala Desa (Kades) Ciherang berinisial AS ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi dana penggantian lahan milik warga yang akan digunakan untuk pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Legok Nangka, Bandung.  

Kedua tersangka tersebut terbukti menggelapkan uang APBD (Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah) Jawa Barat sebesar Rp639 juta yang seharusnya digunakan untuk pembebasan lahan TPAS seluas 10 hektare.  

“Uang sebesar Rp639 juta ini tidak diberikan kepada warga yang lahannya terkena pembebasan untuk TPSA Legok Nangka. Uang sebesar Rp639 juta tersebut diambil oleh mantan camat ini sebesar Rp450 juta dan oleh mantan Kades Ciherang AS sebesar Rp189 juta,” ujar Jamaludin, Kapolres Bandung AKBP, seperti informasi yang diterima Rumahku.com.  

TR mengaku jika dirinya meminjam uang tersebut dari AS dan tidak mengetahui jika uang tersebut  adalah hasil korupsi pembebasan lahan. Lalu uang itu pun dia gunakan untuk berbisnis properti di daerah kecamatan Banjaran dan sayangnya bisnis itu merugi sehingga ia mengatakan belum bisa mengembalikan uang pinjaman itu.   

Sedangkan AS, mengakui bahwa dirinya meminjamkan uang itu kepada TR dan juga kepada beberapa orang lainnya. Tapi AS beralasan jika uang yang diambil bukanlah hasil korupsi melainkan biaya operasional untuknya ketika mengurusi pembebasan lahan.  

Atas kasus tersebut, keduanya pun ditetapkan melanggar UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

 

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me