Koridor Simatupang dan Bintaro-Serpong, Sebuah Simbiosis Mutualisme

Big Banner

Kawasan TB Simatupang tahun ini akan memasok ruang kantor hingga 690.000 meter persegi.

Anda pasti tidak meragukan jika ada yang berceritera tentang pesatnya perkembangan kawasan Bintaro Jaya dan Serpong sebagai sentra hunian yang ditandai dengan tingginya harga rumah. Anda juga pasti kesulitan mencari indikator untuk mengatakan bahwa TB Simatupang kini tengah muncul sebagai pusat perkantoran baru di Jakarta Selatan dengan pembangunan yang sangat pesatnya. Harga tanah di Serpong dan Bintaro Jaya per hari ini menyentuh Rp25 juta per meter persegi. Sedangkan, harga ruang kantor di TB Simatupang di angka Rp35 juta per meter persegi.

Bintaro – Serpong dan TB Simatupang, kedua kawasan ini seringkali digadang-gadangkan oleh pengembang maupun agen properti sebagai dua kutub di satu sumbu yang sama-sama memicu ledakan properti di selatan Jakarta. Pasokan perkantoran yang sangat tinggi di TB Simatupang pada 2015, menurut Colliers International akan mencapai 690.000 meter persegi, meningkat 38% dari tahun lalu. Suplai aktifitas bisnis di sini, akan ditampung oleh pesatnya pertumbuhan residensial di kawasan Bintaro – Serpong dan sekitarnya.

Profesional yang bekerja di perkantoran yang berjejer di sepanjang ruas tol mulai dari Pondok Pinang hingga Pasar Rebo memang memiliki sejumlah opsi dalam hal kawasan hunian. Mereka bisa memilih tinggal di Cibubur untuk masuk kantor melalui tol Jagorawi, Depok melalui jalur arteri Lenteng Agung, Cakung-Bekasi via JORR, Sawangan lewat jalur arteri Jalan Raya Sawangan, atau Bintaro – Serpong melalui tol Pondok Indah-Serpong.

Rumah123.com dalam beberapa kesempatan berbincang dengan developer, baik itu Jaya Real Property pengembang Bintaro Jaya, maupun sejumlah pengembang papan tengah di Serpong, memberikan catatan khusus tentang geliat perkantoran di Simatupang. Pasokan ruang kantor yang demikian pesat dan akan terus bertambah ini, akan memunculkan permintaan hunian yang tak kalah tingginya.

Saat ini, Anda mungkin masih menyaksikan sejumlah blankspot atau lahan tidur di sisi kiri-kanan sepanjang TB Simatupang hingga Bintaro bahkan sampai ke Serpong. Bayangkan saja bagaimana perkembangan kawasan ini pada lima hingga sepuluh tahun mendatang. Belum lagi, poros Pondok Indah – Puri Indah yang masih menyisakan sejumlah lahan kosong di seputar Joglo – Ciledug hingga Meruya. Semuanya terkoneksi dengan Bintaro hingga Serpong yang meski sudah mulai muncul dengan kawasan niaga, namun tetap menjadi kawasan hunian favorit.

Foto: Ferdinand Lamak

rumah123.com