Tinggal di Apartemen Dianggap Lebih Praktis dan Murah

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembangunan apartemen semakin menjamur di Jabodetabek. Menurut survei Cushman & Wakefield, dalam beberapa waktu mendatang, proyek-proyek baru menambah total apartemen di Jadebotabek menjadi 164.980 unit.

Maraknya pembangunan apartemen ini, disebabkan lahan di kota-kota besar semakin terbatas dan harganya pun selangit. Dengan keterbatasan lahan ini, sudah tidak memungkinkan lagi bagi masyarakat jika ingin membangun rumah tapak (landed house)di pusat kota.

Corporate Secretary PT Integrated Marketing Services (IMS) Group Muljadi Suhardi atau Kokon, mengatakan, tinggal di apartemen jauh lebih praktis dibandingkan di rumah.

“Kalau apartemen biaya maintanance (perawatan) lebih sedikit daripada rumah,” ujar Kokon kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2015).

Kokon menjelaskan, seluruh biaya perawatan ditanggung bersama dengan penghuni unit lain. Beberapa kerusakan yang biasa terjadi pada rumah seperti genteng bocor dan arus pendek, tidak akan ditemui pada apartemen.

“Semua kan dicor, jadi tidak bocor. Kebakaran karena arus pendek juga jarang, karena kabel ditanam dalam pipa,” kata Kokon.

Selama tinggal 12 tahun di Apartemen Taman Anggrek, Kokon mengaku nyaman karena praktis. Dia juga tidak pernah merasakan listrik terputus karena ada genset. Demikian halnya untuk kebersihan, dia juga tidak perlu memusingkannya.

“Tidak perlu sewa pembantu, pengelola apartemen sudah menyediakan jasa cleaning service. Setiap seminggu sekali dibersihkan. Laundry juga ada,” imbuh Kokon.

Selain pelayanan langsung ke kamar, pengelola apartemen juga menyediakan fasilitas lain seperti ATM, poliklinik, minimarket, kafe, kolam renang, dan tempat fitnes, yang bisa digunakan selama 24 jam. Fasilitas tersebut, menurut Kokon, layaknya pelayanan di hotel, yang tidak bisa didapatkan bila tinggal di rumah.

“Tinggal di apartemen juga tidak ada serangga. Nyamuk, semut, itu tidak ada,” tambah Kokon.

Lebih murah

Kelebihan lainnya tinggal di apartemen adalah saat ada tamu, penghuni tidak perlu pusing menjamu mereka. Di lobi apartemen, penghuni bisa menjamu tamu disertai dengan pelayanan dari kafe.

Soal keamanan, menurut Kokon, pengamanannya lebih terjamin dibanding tinggal di rumah. Apartemen biasanya telah memasang kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik. Ditambah lagi, satpam yang berjaga 24 jam.

“Saya juga pernah tinggalin apartemen dalam waktu lama. Tapi, aman-aman saja. Tidak ada barang yang hilang. Beda kalau tinggalin rumah, harus nitip-nitip sama tetangga, titip-titip garasi kalau mobil harus ditinggal,” tutur Kokon.

Dari seluruh perawatan apartemen tersebut, Kokon memperhitungkan, biayanya masih jauh lebih murah dibandingkan mengurus rumah. Padahal, fasilitas yang didapat jauh lebih lengkap.

“Biaya tinggal di apartemen itu sepertiganya biaya per bulan mengurus rumah. Lebih mahal rumah,” tandas Kokon.