Dalam Tiga Tahun, Merek-merek Hotel Mewah Bertaburan di Ubud

Big Banner

UBUD, KOMPAS.com – Dalam tiga tahun ke depan, merek-merek kelas atas dan mewah internasional akan meramaikan bisnis dan industri perhotelan di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Menurut riset HVS, tahun 2015 hingga 2018 terdapat sepuluh hotel baru berklasifikasi kelas atas dan mewah dengan total 860 kamar yang akan beroperasi.

Kesepuluh hotel tersebut adalah

1. The Ritz Carlton Reserve Mandapa sebanyak 60 unit kamar dan buka pada 2015
2. Swiss-Belhotel Ubudu, 21 unit, beroperasi 2015
3. Bisma Eight, 31 unit, beroperasi 2015
4. Padma Resort Ubud, 149 unit, beroperasi 2015
5. Melia Ubud, 49 unit, beroperasi 2016
6. The Westin Ubud, 107 unit, beroperasi 2016
7. Golden Tulip Resort Ubud, 80 unit, beroperasi 2016
8. Solis Ubud by Capella Hotel Group, 108 unit, beroperasi 2017
9. Waldorf Astoria Ubud, 100 unit, beroperasi 2018
10. Aloft Ubud, 148 unit, beroperasi 2018

Kehadiran hotel-hotel tersebut, menggenapi 409 hotel lainnya yang telah beroperasi hingga 2013 di seluruh Kabupaten Gianyar.

Komposisi hotel berklasifikasi mewah dalam bentuk resor, vila, dan hotel butik, tercatat sebanyak 21 persen. Termasuk Four Seasons Sayan dan Chedi Club at Tanah Gajah. Sementara hotel kelas menengah 29 persen. Sebagian besar lainnya adalah hotel kelas ekonomi dan bed and breakfast yakni 43 persen.

Secara umum, kinerja hotel di Ubud, menunjukkan pergerakan positif. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan tingkat penghunian kamar (TPK) yang selalu meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2012, TPK mencapai 55 persen, setahun kemudian berada pada posisi 60 persen, dan 2014 bertengger pada angka 62 persen.

Tingginya TPK tersebut disebabkan kurangnya pasokan, terutama di segmen pasar hotel mewah yang mengalami kelebihan permintaan.

Selain TPK yang tumbuh positif, juga tarif rerata harian atau average daily rate (ADR) menjadi 545 dollar AS pada tahun lalu, dari sebelumnya 520 dollar AS tahun 2013, dan 475 dollar AS tahun 2012.

HVS memprediksi pertumbuhan pasokan, permintaan dan kinerja selama tahun 2015 akan berjalan positif. Kepercayaan pasar, terutama dari Eropa semakin menguat. Pasar Eropa selama ini berkontribusi besar dalam TPK hotel segmen mewah.

Dengan demikian, pasar hotel mewah punya ruang untuk tumbuh lebih pesat dengan rerata tarif 600 dollar AS per malam. Sementara pasar kelas atas relatif stabil berada pada angka 70 persen-71 persen selama kurun 2012-2014. Begitu juga dengan ADR yang tumbuh 6,5 persen dengan rerata 210 dollar AS pada 2012, 220 dollar AS pada 2013, dan 235 dollar AS pada 2014.

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me