Australia Akan Batasi Pembeli Asing

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Para investor asing bakal tidak sebebas sekarang dalam membeli properti di Australia. Penyebabnya, parlemen negara tersebut merekomendasikan kepada pemerintah untuk membatasi pembelian properti oleh orang asing. Rekomendasi ini muncul karena serbuan investor asing, terutama dari Tiongkok, ke pasar residensial Australia membuat pembeli lokal makin terbatas pilihannya.

Perumahan di Sydney

Ilustrasi: Perumahan di Sydney

Menurut Kelly O’ Dwyer, anggota parlemen dari Partai Liberal, naiknya investasi dari luar negeri itu mendorong pasar rumah di negeri Kangguru saat ini booming. Tapi dampaknya, pasar lokal makin sulit menjangkau karena harga melambung. “Australia sudah punya pola  tepat untuk mendorong asing berinvestasi ke pasar perumahan, tapi aplikasinya masih banyak kekurangan di sana sini,” ucap O’Dwyer.  Anggota dewan ini bahkan menilai sistem di Departemen Keuangan dan FIRB [Foreign Investment Review Board], gagal.

Berdasarkan penyelidikan dewan, peraturan tentang pembelian properti oleh orang asing itu tidak ditegakkan. Karena itu mereka memberi 12 rekomendasi perubahan termasuk sanksi atas setiap pelanggaran. Sanksi hukuman juga akan dikenakan kepada pihak ketiga yang diketahui membantu orang asing melakukan pelanggaran. Setiap keuntungan atas penjualan dari transaksi properti secara ilegal akan disita pemerintah.

Meskipun penyelidikan tidak terfokus pada investor dari negara tertentu, tapi orang-orang kaya asal Tiongkok paling disalahkan atas meroketnya harga rumah di kota-kota utama Australia. Pada Oktober lalu, harga rumah di Sydney naik 13 persen dibandingkan setahun sebelumnya dan saat itu diketahui investor asing begitu memburu.

Properti Australia sudah lama diincar orang-orang kaya Tiongkok, baik yang berburu secara legal maupun tidak. Belakangan aliran danannya semakin memuncak. Ini bisa dilihat dari data FIRB atas persetujuan investasi pada tahun lalu dimana investor asal Tiongkok menduduki tempat teratas. Tahun 2013 nilai investasi di sektor properti mencapai 6 miliar dolar Australia (Rp 73,79 triliun) dan tahun ini naik hingga 41 persen.

Savills memperkirakan, dalam satu dekade ke depan Tiongkok akan mengalami pertumbuhan investasi real estat ke luar negeri sebesar 20 persen. Tahun lalu saja nilainya sudah setinggi 11,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 141,43 triliun.

Menurut Juwai.com, portal khusus pembelian realestat ke luar negeri, Australia menjadi tujuan favorit kedua bagi warga Tiongkok, di bawah Amerika Serikat, mengalahkan Kanada dan Inggris. “Klien asal Beijing dan Shanghai meningkat begitu mengetahui peraturan FIRB tidak ditegakkan,” ungkap Joseph Zaja, Managing Director Ausin Group, broker properti dan KPR di Sydney yang khusus melayani orang Tionghoa. Teman dan keluarga mereka di Tiongkok daratan bisa membeli rumah di pasar seken tanpa hambatan dan mereka sekarang beramai-ramai melakukan itu, demikian tandas Zaja.

(Sumber: South China Morning Post)

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me