Kasur Mewah Bagi Yang Susah Tidur

Big Banner

Material dan sistem teknologi menentukan tingkat kemewahan kasur.

Housing-Estate.com, Jakarta – Kasur yang paling empuk, kata orang, adalah ngantuk. Tapi, manusia urban masa kini mengidap insomnia, sulit mengantuk, karena setiap hari stres dikejar hasrat cepat kaya dan bergelimang kesenangan hidup. Maka, produsen kasur pun bekerja keras menghadirkan kasur yang membantu orang bisa cepat lelap dan mengistirahatkan raganya. Kalau di masa lalu kita hanya mengenal kasur kapuk yang sangat sederhana, kemudian juga busa, kini tersedia mulai dari kasur busa berpegas (spring/pegas), kasur lateks (karet), kasur lateks berpegas (spring latex), sampai kasur dilengkapi remote. Supaya benar-benar nyaman sebagai tempat merebahkan badan, baik bahan maupun peralatan pendukungnya menggunakan kualitas dan teknologi terbaik. Sebab itu harganya pun tidak murah, sesuai dengan target pasarnya: kaum urban kaya yang sukar tidur itu. Makin berkualitas dan canggih kasurnya, kian melangit harganya.

kasur

Lisensi

Umumnya kasur mahal yang dipasarkan di Indonesia produk impor. “Kasur menjadi mahal salah satunya karena merupakan produk lisensi dari luar negeri. Biaya lisensinya mahal,” kata Samuel Lin, National Sales Manager Airland PT Dinamika Indonusa Prima (PT DIP), produsen kasur Airland yang sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1974. Selain Airland, DIP juga merakit Simmons, kasur berlisensi asal Hongkong dan Jepang.

Di luar itu ada King Koil, Serta, dan Tempur yang dipasarkan PT Duta Abadi Primantara (PT DAP), Spring Air dari PT Massindo Karya Putera (MKP) dengan lisensi dari Amerika Serikat (AS), dan Dunlopillo keluaran PT Dunlopillo Indonesia (DI) dengan lisensi dari Belanda. Semuanya memiliki pabrik di sini dengan sebagian besar bahan dan komponen pendukungnya didatangkan dari luar. Di antara semua merek luar itu, menyelip satu kasur mahal buatan lokal: Comforta.

Merek-merek itu menawarkan aneka jenis dan tipe kasur dengan harga (tanpa dipan/ ranjang dan sandaran) antara Rp8 juta– 100 jutaan/buah (lihat tabel). Bahkan, DAP juga mengimpor kasur utuh (completely built up-CBU) merek Kluft seharga 3.500–50.000 dolar AS atau sekitar Rp32 juta–455 juta/ unit untuk kaum berpendapatan tinggi (high end).

Sementara DIP untuk merek Simmons merakit sebagian produknya di Indonesia, dan mengimpor langsung dari Jepang khusus tipe premiumnya. Kalau berminat Anda harus menunggu enam bulan sebelum bisa menerima barangnya. Harga dipan dan sandarannya juga tidak murah. Dipan dan sandaran King Koil misalnya, masing-masing dijual Rp5–9 juta/unit. Bahannya kayu meranti dilapisi kulit asli atau sintetis (Oscar). Kualitas bahan menentukan harga.

Tapi, kasur mahal belum tentu mewah. Sebaliknya kasur mewah sudah pasti mahal. Menurut Samuel, saat ini harga kasur Rp5 jutaan saja sudah dianggap mahal oleh kaum menengah Indonesia. Karena itu Angela Antini Linggar, Marketing Communication & Public Relation Manager DAP menyatakan, kasur seharga mulai dari Rp10 juta/buah sudah bisa dikategorikan mewah. “Pasar kasur puluhan juta ke atas itu itu adalah kaum high end,” ujarnya.

Bahan dan teknologi

Selain lisensi, faktor lain yang membuat harga kasur menjadi mahal adalah bahan baku, teknologi, dan fungsi tambahan yang menentukan level kenyamananya. “Tingkat kenyamanan ini yang dijual melalui penggunaan bahan pengisi dan pelapis terbaik, berkualitas tinggi, dan berteknologi terkini, sehingga kasur bukan hanya nyaman tapi juga mewah,” kata Maureen Danusastra, Brand Manager–Spring Air PT Massindo International.

Saat ini yang populer kasur spring, lateks, dan spring latex. Kasur pegas tergolong empuk, tergantung lapisan busa atau pengempuknya: busa biasa, urethane foam atau memory foam. Kasur pegas lateks memberikan tingkat kekerasan yang sedang, sedangkan kasur lateks merupakan kasur keras yang diklaim sebagai pilihan kasur ternyaman saat ini, karena kemampuannya menyangga tubuh dengan sempurna (mengikuti kontur tubuh).

Komponen penyangga seperti per, lapisan busa di dalam, dan pelapis luar kasur, juga mempengaruhi kenyamanan. Terkait hal itu kasur dibagi dalam comfort zone, support zone, dan durability zone. Comfort zone berhubungan dengan lapisan paling atas matras yang bersentuhan langsung dengan tubuh yang disebut pillow top. Rasanya empuk dan karena itu diletakkan paling atas (di atas bahan pengisi dan penopang), mirip matras di atas matras.

Pillow top juga diisi busa pengempuk. Pada kasur mewah, pengempuk atas ini biasanya berupa busa wol, silk (sutera) atau memory foam (dari serat polyurethane yang dilembutkan). Ketika tubuh dijatuhkan di atas kasur, lapisan memory foam-nya segera mengikuti kontur tubuh, dan kembali ke posisi normal dalam waktu cukup lama setelah tubuh diangkat dari kasur. Beda dengan busa lateks yang juga elastis tapi relatif cepat kembali ke bentuk normal. Bagi yang memprioritaskan keempukan, kasur berlapis memory foam bisa dilirik.

Tapi Anton Sim, Sales & Marketing Manager PT DI berpendapat, memory foam kurang cocok untuk kasur umum. Awalnya bahan itu digunakan untuk keperluan tidur di ruang angkasa oleh NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) karena suhu di sana sangat rendah. “Memory foam sangat sensitif terhadap tubuh. Kalau suhu tubuh dingin, busa akan mengeras, sebaliknya jika suhu tubuh panas, bahan akan lembut,” ungkapnya. Karena terbuat dari polyurethane, busa juga mudah menyerap air. Jadi, kurang cocok sebagai alas tidur saat tubuh berkeringat.

Cover (penutup) pillow top matras mewah sebaiknya terbuat dari kain seperti linen, velour, dan cashmere jacquard (serat Kashmir). Linen terbuat dari tumbuhan laut yang sifatnya adem sehingga dapat menetralisir suhu tubuh, velour adalah kain lembut dari polyster, sedangkan cashmere jacquard berasal dari bulu sejenis kambing gunung di dataran Tibet, Cina (hanya perburuan binatang ini untuk dipintal bulunya sebagai bahan pakaian super mahal dilarang keras oleh badan perlindungan satwa liar global).

“Sifat serat cashmere sangat ringan, halus, dan mampu menyesuaikan dengan suhu tubuh pada tingkat derajat yang nyaman,” jelas Maureen. Sebagian kain penutup matras lain berupa serat bambu yang bersifat lembut dan kuat. Serat ini juga anti tungau, bakteri, sehingga kasur cukup aman dari sumber penyakit. Sementara support zone dan durability zone berkaitan dengan penopang kasur.

Semua pegas pada kasur spring dan spring latex terkini sudah menggunakan sistem pocket spring, yakni per yang berdiri sendiri alias tidak menyambung dari bagian kepala hingga ujung kaki seperti bonnel spring (sistem lama). “Hasilnya, kasur stabil dan mampu menahan guncangan meski bebannya hanya berada di salah satu sisinya,” kata Samuel. Bonnel spring masih ditemukan pada kasur pegas kelas bawah.

Khusus kasur lateks, produsen kasur premium memakai bahan karet alami dengan kualitas terbaik, yang (anehnya) kebanyakan diimpor dari Belgia. Ciri lateks ini: banyak rongga udara agar kasur bisa bernapas dengan leluasa dan sirkulasi udara di dalamnya berjalan baik. Hasilnya kasur tetap higienis, tidak berbau meski pengguna berkeringat saat tidur. King Koil menamakan sistem teknologi kasur lateksnya itu King Koil Talalay, Spring Air menyebutnya Innergetic Latex.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me